Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
ASFA Foundation Jajaki Kerja sama Berkelanjutan Dengan Pemda Xinjiang China
Kamis, 19 Oktober 2023 16:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - ASFA Foundation akan menjajaki kerja sama berkelanjutan dengan Pemerintah Daerah Xinjiang, China.
Hal ini disampaikan Ketua ASFA Foundation Komjen (Purn) Syafruddin Kambo seusai bertemu dengan Vice Chairman of The CPPCC Xinjiang Committee, President of Xinjiang Institute, Abdureqip Tomurniaz, di Urumqi, ibukota Provinsi Xinjiang, China, Kamis (19/10/2023).
Menurut Syafruddin, selain bidang pendidikan, kerja sama berkelanjutan yang bisa diwujudkan dengan Xinjiang adalah bidang sumber daya manusia dan teknologi.
“Tadi sudah ditawarkan kerja sama di bidang teknologi agriculture dan geologi. Selain itu pendidikan keislaman, yang tentu akan dipelajari lebih mendalam karena budaya di Xinjiang dan budaya di Indonesia tentu berbeda,” jelas Syafruddin.
Baca juga : Alam Ganjar: Bapak Jadi Teman Saya Bertukar Pikiran Dan Diskusi
Yang tak kalah penting, menurut Syafruddin, adalah kerja sama membangun sumber daya manusia yang berkelanjutan dan unggul.
“Itu akan segera kita lakukan bersama-sama,” tambah Syafruddin.
Misi ASFA Foundation utamanya adalah misi pendidikan, membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, misi kemanusiaan dan perdamaian.
"Oleh karena itu, mari kita sama-sama satukan pembangunan opini, baik itu di Indonesia maupun di global," ajaknya.
Baca juga : APP Teken Kerja Sama Dengan Perusahaan Jepang Dan Inggris Di TEI
Dalam pertemuan tersebut Pemerintah Xinjiang menjelaskan secara gamblang tentang daerahnya.
Mulai dari geografi, demografi, biografi sampai dengan perkembangannya sampai dengan peradabannya dan sekaligus juga secara lengkap menyampaikan keluh kesah dan sebagainya.
Toleransi antar umat beragama di Xinjiang cukup baik. Masjid ada di mana-mana, gereja juga ada. Pemakaman Islam ada, baik di desa desa maupun di kota-kota.
Kemudian, makanan halal dan tidak halal. Islam berkembang dengan baik dengan toleransi yang kuat.
Baca juga : BNI dan UKI Teken Kerja Sama Program Ekosistem Keuangan Perguruan Tinggi
"Tidak ada tempat buat terorisme ataupun radikalisme," tegas Syafruddin.
Dalam kunjungan ke Xinjiang, Syafruddin didampingi tokoh agama dan guru besar seperti Gus Luqman Al Hakim, Gus Akomadin Shofa, Kyai Anang Rikza Masyhadi, Habib Ali Bahar, Habib Geys, Prof. Hamid Fahmi Zarkasy, dan Prof. Sangidu.
Selain itu ikut juga H. Drs. Mas Guntur Laupe, H. Buyung Wijaya Kusuma, H. Drs. Nur Windiyanto, H. Said Aldi Alidrus, ustadz Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, H. Rimanda Primawan, H. Ecep S. Yasa, dan H. Aditya Nadhil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya