Dark/Light Mode

Elemen Mahasiswa Jogja Gelar Mimbar Kerakyatan Tolak Putusan MK

Rabu, 29 November 2023 18:20 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Elemen mahasiswa bersama pemuda-pemudi Yogyakarta menyuarakan keresahannya akan mundurnya demokrasi di Indonesia yang masih seumur jagung.

Mereka menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah batas usia capres dan cawapres.

Koordinator aksi sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Adam mengatakan putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 merupakan bentuk pengangkangan konstitusi.

“Hukum pun kehilangan independensi dan kewibawaannya sebagai alat untuk mewujudkan keadilan. Putusan MKMK (Majelis Kehormatan MK) pun menyatakan, bahwasanya dalam putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 terbukti adanya intervensi yang berasal dari pihak eksternal,” ujar Adam dalam pernyataan sikap Mimbar Kerakyatan; Tahta untuk Rakyat, di depan monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949, Yogyakarta, Rabu (29/11/2023).

Baca juga : Panser Muda Mau Kawinkan Gelar Piala Eropa Dan Piala Dunia

Sedangkan, katanya, Hakim tidak boleh mengadili suatu perkara apabila memiliki konflik kepentingan, baik karena hubungan pribadi dan kekeluargaan.

Atau, hubungan-hubungan lain yang beralasan patut diduga mengandung konflik kepentingan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BEM UI Melki Sedek Huang menegaskan anak muda sama sekali tidak diuntungkan atas putusan MK.

Dia menegaskan, bersama dengan anak muda lain akan terus berjuang untuk menjaga demokrasi dan konstitusi.

Baca juga : Partai Garuda: Penerbitan PP 53/2023 Berdasarkan Putusan MK

“Kami orang muda kami tidak diuntungkan sama sekali dengan putusan MK. Kami orang muda dan kami akan memperjuangkan kepentingan kami semua. Semua pemuda hari ini akan bergerak dan melawan,” ujar Melki.

Melki menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak-pihak yang telah membunuh konstitusi dengan mengatasnamakan kepentingan anak muda.

Tak hanya itu, dia juga menyebut akan terus menyuarakan kebenaran meski ada intimidasi.

“Kami adalah anak muda yang benci nepotisme, kami adalah anak muda yang benci pembunuhan konstitusi. Apa gunanya 25 tahun reformasi, kalau orang-orang yang menyuarakan demokrasi dipotong lidahnya,” tegasnya.

Baca juga : Bertemu Ratusan Mahasiswa UKI Toraja, Ganjar Mau Majukan Mutu SDM

Selain Adam dan Melki, hadir pula Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor, Sekjen SEMA Paramadina Afiq Naufal, hingga Ketua LEM UII Muhammad Rayhan.

Melki dkk sebelumnya telah menggelar aksi dengan menggunakan jagung sebagai simbol.

Kala itu, Melki dan puluhan mahasiswa menggelar deklarasi Sumpah Pemuda 2023 sebagai bentuk kritik atas penggiringan opini seolah-olah anak muda ikut berbahagia dan merasa diuntungkan.

Sebab, mendapat hak yang setara dengan adanya putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023. Aksi diselenggarakan di Gedung Joang '45, Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.