Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum (Ketum) Partai Bulan Bintang (PBB) Prof. Yusril Ihza Mahendra mengenang kebersamaan dengan Alm. Rizal Ramli meninggal di usia 69 tahun, pada Selasa (2/1/2024).
"Sejak beberapa bulan terakhir, almarhum jarang muncul ke depan publik karena kesehatannya yang menurun. Terakhir dirawat di RSCM sampai menghembuskan nafas yang terakhir. Almarhum berpulang dengan damai," kata Yusril dalam keterangannya kepada RM.id, Rabu (3/1/2024).
Yusril mengenang kedekatan dengan almarhum sejak menjadi aktivis UI Tahun 1978. Almarhum lebih senior dan menjadi aktivis di ITB.
Keduanya semakin akrab dan sering bertemu menjelang akhir pemerintahan Orde Baru dalam berbagai seminar, diskusi dan kegiatan-kegiatan publik lainnya. Di awal Reformasi, mereka sama-sama menjadi anggota Kabinet. Sama-sama pula melakukan upaya pemulihan ekonomi akibat Krismon 1997-98.
Baca juga : Gus Falah Kenang Hamka Haq Sosok Yang Rendah Hati
Bagi Yusril, Rizal Ramli dikenal sebagai aktivis berpikiran kritis. Kritisismenya itu, didasari oleh latar belakang akademik yang kuat, sehingga dia tidak asal bicara sembarangan.
Meskipun sering disebut-sebut "sosialis", Rizal dinilai sangat religius.
"Saya sering jalan kaki bersama dari Istana Negara ke Mesjid Baiturrahim untuk shalat zuhur dan shalat Jum'at. Sambil berseloroh dia bilang ke saya "jelek-jelek ayah saya dulu orang Masyumi. Sama seperti anda. Nasionalis, Sosialis, Religius" katanya, sambil membuka tali sepatu di tangga Mesjid Baiturrahim," kenangnya.
Sebagai sahabat, Yusril menyebut beberapa kali Rizal Ramli datang ke rumahnya. Pun Yusril, beberapa kali bertandang ke rumah.
Baca juga : Gus Falah: Perangi Radikalisme Dengan Regulasi
Kedua sahabat ini juga berbincang banyak tentang perkembangan politik, hukum dan ekonomi. Sekalipun, kedua tokoh ini tidak selalu memiliki pemikiran yang sama.
Namun keduanya berangkat dari keprihatinan yang sama, dan mempunyai cita-cita yang sama, bagaimana memajukan bangsa ini dan keluar dari ketertinggalan.
"Kini sahabat saya Rizal Ramli telah pergi buat selamanya. Hidup ini singkat. Dia telah berbuat sesuatu untuk memikirkan dan mencari jalan keluar dari masalah mendasar yang dihadapi bangsa ini," kenangnya.
Diamininya, masalah-masalah bangsa takkan selesai oleh sebuah generasi. Tantangan lama belum rampung, tantangan baru telah muncul di depan mata.
Baca juga : Yusril Siap Jadi Perisai Hukum Presiden Jokowi
Namun paling tidak, seorang Rizal Ramli telah ikut menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk ikut menyelesaikannya. Rizal Ramli dianggap telah melakukan tanggung-jawab itu selama hidupnya. "Tugas generasi baru pula untuk meneruskannya," tutupnya.
Di era pemerintahan Presiden Jokowi, Rizal Ramli dipercaya menjabat sebagai Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia pada 2015 hingga 2016.
Rizal Ramli dikenal sangat kritis saat menjadi Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Indonesia. Ucapan yang terkenal adalah 'rajawali ngepret' atau Raja Ngepret.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya