Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Luhut Sebut Cak Imin Bohong Soal Hilirisasi Ugal-ugalan Dan Tak Bikin Sejahtera

Kamis, 25 Januari 2024 14:21 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Instagram/luhut.pandjaitan)
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Instagram/luhut.pandjaitan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ternyata, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan gregetan mendengar tudingan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut program hilirisasi ugal-ugalan dan tidak membawa kesejahteraan di Debat Cawapres kedua, Minggu (21/1) lalu.

Luhut menyayangkan banyaknya disinformasi yang disampaikan Cak Imin dalam debat tersebut. Ia merasa perlu menyampaikan beberapa catatan terkait program hilirisasi yang menjadi ranah pekerjaannya itu.

"Saya pengen sebenarnya mengundang Muhaimin tuh untuk berkunjung ke Weda Bay, ke Morowali untuk melihat sendiri. Seeing is believing gitu. Daripada Anda berbohong kepada publik," kata Luhut dalam rekaman video di akun Instagramnya.

Baca juga : Gercep! Luhut Kerjakan Perintah Presiden Soal Integrasi Layanan Ke Satu Portal

Luhut menegaskan, ada penurunan angka kemiskinan setelah berdirinya industri hilirasi di Morowali maupun Weda Bay. Tahun 2015, angka kemiskin di Weda Bay yang mencapai 14,7 persen turun menjadi 12,4 persen di 2023.

"Nah itu apa? Ya karena pertumbuhan ekonomi di sana," ujar sosok yang karib disapa Opung ini.

Begipun dengan Morowali. Opung menyebutkan angka kemiskinan di tahun 2015 yang mencapai 15,8 persen turun menjadi 12,3 persen di 2023.

Baca juga : Jelang Debat Capres Ketiga, Ini Temuan Indikator Soal Emosi Dan Saling Serang

Meskipun ada perbaikan kesejahteraan, Luhut mengaku itu saja belum cukup. Pemerintah kemudian juga mendirikan Politeknik yang diisi oleh tenaga pengajar berkelas dari ITB hingga UI. "Mereka langsung praktek di Industrinya," lanjutnya.

Bahkan, kata Luhut ada yang dikirim ke Tiongkok untuk belajar teknologi yang lebih advance.  Sebagian dari mereka saat ini juga bekerja di sejumlah proyek smelter di Sulawesi Tengah dan tempat-tempat lain.

"Kita kan mana pernah punya Politeknik bermutu di luar Jawa sebelumnya. Ayolah tunjukin coba, jangan bohong," tegas Luhut.

Bantah Hilirisasi Dikuasai TKA China

Baca juga : Jangan Lupa Vaksin Dan Pake Masker Ya

Ia juga menampik program hilirisasi didominasi tenaga kerja asing (TKA). Catatan Luhut, jumlahnya hanya berkisar antara 10-15 persen saja.

Hal itu dilakukan, karena saat itu Indonesia belum memiliki kualitas tenaga kerja sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Tapi sekarang, kata Luhut, jumlah TKA secara bertahap berkurang, karena tenaga keja lokal sudah banyak yang dilatih dan training. 

"Itu satu proses yang harus dilalui, jangan kita munafik. Jangan kita juga membohongi publik," tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.