Dark/Light Mode

Peneliti UGM Buktikan, Air Limbah Rumah Tangga Bisa Untuk Deteksi Covid

Rabu, 31 Januari 2024 09:45 WIB
Air limbah rumah tangga bisa digunakan untuk mendeteksi Covid-19, baik yang bergejala atau tidak bergejala. (Foto: Dok. UGM)
Air limbah rumah tangga bisa digunakan untuk mendeteksi Covid-19, baik yang bergejala atau tidak bergejala. (Foto: Dok. UGM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tahukah Anda, jika ternyata air limbah rumah tangga bisa memiliki nilai guna yang cukup tinggi? Sejumlah peneliti di Peneliti Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah membuktikannya.

Di tangan para peneliti UGM ini, limbah rumah tangga digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Penyakit tersebut bisa dideteksi lewat limbah rumah tangga, yang mengandung tinja dan urine dari individu yang terinfeksi Covid-19, baik bergejala atau tanpa gejala.

“Sebab tinja dan urine individu tersebut mengandung bagian/fragmen virus SARS-CoV-2 yang sudah tidak menular,” terang Ketua Tim PKKA-PRO, dr. Indah Kartika Murni, M.Kes, Ph.D., Selasa (30/1/2024).

Asal tahu saja, sistem surveilans air limbah untuk mendeteksi Covid-19, telah diterapkan di beberapa negara maju. Seperti Amerika Serikat dan Belanda.

Di Indonesia, surveilans air limbah telah dilakukan untuk deteksi wabah Polio saja. Tim PKKA-PRO, di bawah pimpinan dr. Indah Kartika Murni, M.Kes, PhD, Sp.A(K) dan dr. Vicka Oktaria, MPH, PhD, FRSPH, berkolaborasi dengan Murdoch Children’s Research Institute (MCRI), Australia, melakukan penelitian pada tahun 2021-2022.

Baca juga : Prabowo dan Mentan Amran Bagikan Bantuan Ternak hingga Benih untuk Petani dan Peternak Sumedang

Terbukti, hasil deteksi surveilans air limbah mampu mendeteksi adanya peningkatan kasus Covid-19, hingga dua minggu lebih awal dari peningkatan kasus di masyarakat.

Inilah yang menjadi dasar penelitian lanjutan, untuk melihat efektivitas biaya dari penerapan surveilans air limbah. Serta mengetahui biaya surveilans air limbah untuk deteksi dini wabah Covid-19 di komunitas, dan membandingkannya dengan biaya yang dikeluarkan tanpa adanya sistem ini.

Dalam penelitian lanjutan ini, tim peneliti PKKA-PRO menggandeng dr. Tiara Marthias, MPH, Ph.D., dr. Muhammad Fikru Rizal, M.Sc., dan dr Giovanni Fadhillah van Empel, M.Sc.

Penelitian ini tidak hanya mencoba menerapkan kemampuan surveilans limbah sebagai sistem kewaspadaan dini peningkatan kasus Covid-19 di komunitas. Tetapi juga melihat efektivitas biaya dalam metode ini, jika diimplementasikan sebagai program surveilans rutin.

12 Januari 2024, tim peneliti PKKA-PRO telah melakukan diseminasi hasil penelitian uji efektivitas biaya secara daring di depan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Kementerian Kesehatan RI, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), World Health Organization (WHO), dan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Baca juga : Gelar Job Fair Di Yogya, Kaesang Berharap Bisa Bantu Generasi Muda Dapat Kerja

Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem surveilans air limbah memiliki potensi sebagai opsi yang ekonomis untuk mendukung sistem peringatan dini dalam situasi pandemi, terutama di negara-negara berpendapatan menengah ke bawah.

Salah satu tim peneliti, dr.Tiara, menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang kuat dan tepat waktu, beserta respons kesehatan masyarakat yang efektif.

Inilah faktor utama keberhasilan dalam setiap sistem surveilans.

“Tidak ada surveillance system yang efektif, tanpa diikuti public health response,” ujar dr. Tiara.

Menurutnya, dukungan terhadap rencana inisiasi pelaksanaan surveilans air limbah untuk Covid-19, dapat dimulai dengan pembentukan jejaring nasional khusus untuk surveilans air limbah.

Baca juga : Pelni Gunakan Berbagai Jurus Untuk Cegah Korupsi, Ini Rinciannya

Jejaring ini diharapkan dapat melibatkan berbagai pihak, yang bersedia bekerja sama dalam mengembangkan sistem surveilans air limbah di Indonesia.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.