Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Chandra Hamzah: Transformasi Bisnis BUMN Joss Berkat Perbaikan Sistem Dan Orang
Jumat, 14 Juni 2024 10:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk Chandra Hamzah menegaskan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir telah melakukan sejumlah perubahan signifikan dalam empat tahun terakhir.
Dia bilang, BUMN kini benar-benar fokus dalam memperbaiki dua poin utama yakni sistem dan orang. Salah satu perbaikan sistem yang paling signifikan adalah Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor 2 tahun 2023 terkait pembenahan tata kelola BUMN.
Dalam Permen tersebut, setiap BUMN harus membuat identifikasi risiko, mitigasi risiko, dan peningkatan monitoring sebagai bentuk penguatan manajemen risiko perusahaan.
"Ini menurut saya bagus sekali, yang selama ini belum pernah ada. Ide awalnya itu mengikuti praktik baik selama ini yg dilalukan di perbankan, ini sangat bagus karena banyak risiko di BUMN. Mulai dari risiko operasional hingga hukum," ujar Chandra di Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Baca juga : Fauzi Ichsan: Transformasi BUMN, Pilar Fundamental Pembangunan Nasional
Sementara dari sisi sumber daya manusia (SDM), Chandra menyampaikan, Kementerian BUMN telah melakukan terobosan dengan meningkatkan kemampuan Dewan Komisaris.
Setiap komisaris kini wajib mendapatkan pelatihan selama 20 jam per tahun, untuk meningkatkan kemampuan teknis.
"Saya beberapa kali memberikan pelatihan, karena banyak juga para komisaris yang mungkin tidak punya latar belakang hukum, bisnis, atau akuntansi," ujar Chandra.
Dengan formula tersebut, Chandra menyebut Dewan Komisaris bisa meningkatkan perannya dalam mengawal tugas dewan direksi. Sehingga, kinerja BUMN bisa menjadi lebih baik.
Baca juga : Gus Halim: Inovasi Kader Digital Bakal Percepat Pembangunan Desa
"Ada dua hal yang perlu dibenahi. Sistem dan orang. Sistemnya jelek, orangnya bagus, lumayan lah. Sistem bagus, orangnya jelek, ketolong lah sedikit. Tapi, kalau sistem dan orangnya jelek, wallahu a'lam bishawab. Dalam Permen tersebut, sistem dan orang harus berjalan seiring," beber Chandra.
Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengatakan, terkuaknya sejumlah kasus yang menimpa BUMN dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya kesalahan sistem dan orang di masa lampau.
Menurutnya, persoalan lama ini akan menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja.
"Beberapa peristiwa ribut-ribut kemarin itu terjadi sebelum 2019-2020, tapi baru meledak sekarang. Itu akibat kelemahan orang dan sistem. Kalau orang dan sistemnya dibenahi, yang korup dan maling ditangkap, beres itu," tegas Chandra.
Baca juga : Top, Transaction Banking Dan Bisnis Treasury BRI Sabet 2 Penghargaan Internasional
Dia berpendapat, perbaikan sistem dan orang yang dilakukan Erick sejak 2019, sejatinya telah membawa angin segar bagi BUMN. Hal ini terlihat dari performa BUMN serta kontribusi terhadap negara dan masyarakat, yang terus meningkat setiap tahun.
Pemilihan orang yang tepat oleh Erick dinilai mampu mendorong kinerja dan dividen BUMN kepada negara.
Chandra meyakini, capaian positif ini akan semakin baik dengan implementasi perbaikan sistem melalui Permen BUMN Nomor 2 Tahun 2023 terkait pembenahan tata kelola BUMN.
"Peningkatan dividen terjadi, karena di akhir tahun 2019, Pak Erick melakukan perbaikan pemilihan orang yang kompeten. Kalau (perbaikan) sistem baru berjalan setahun. Ini sangat bagus kalau dipertahankan untuk membuat BUMN lebih baik. Kita tunggu saja, mudah-mudahan sih jangan diacak-acak lagi," kata Chandra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya