Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tokoh Nasional Hadiri Peluncuran Buku Teranyar Yuddy Chrisnandi
Rabu, 26 Juni 2024 23:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ukraina periode 2017-2021, Prof. Yuddy Chrisnandi meluncurkan bukunya yang ke 17 berjudul 'Garuda & Trisula Hubungan Indonesia-Ukrania (1946-2022)'
Peluncuran buku yang ditulis bersama Akademisi Universitas Nasional (Unas) Dr. Safrizal Rambe itu, dilangsungkan di Aula Unas, Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Yuddy menuturkan, buku tersebut menggambarkan hubungan baik antara Indonesia dengan Ukraina. Untuk itu ia berharap buku ini mengingatkan kembali agar hubungan bilateral Indonesia-Ukraina terus terjalin dengan baik.
Baca juga : Guru Besar Unas Luncurkan Buku ke-17, Tekankan Pentingnya Perdamaian Dunia
"Dalam melihat suatu persoalan Internasional, kita memiliki standarnya sendiri. Pada dasarnya legalitas kita akan membela ketika negeri kita diganggu oleh negara lain, karena setiap negara berdaulat dan adanya pengakuan. Oleh karenanya saat ini perdamaian dunia sangat penting," ujarnya.
Peluncuran buku ini dihadiri berbagai Tokoh Nasional seperti Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Fadli Zon, Dirjen Amerika Eropa Kemenlu Umar Hadi, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, mantan Menperin Saleh Husin, Dubes Ukraina untuk Republik Indonesia G.E. dr.Vasyl Hamianin, akademisi dan Guru Besar Universitas Padjadjaran Popy Rufaidah.
Menurut Yuddy, akar-akar hubungan kedua negara sudah terjalin sejak Februari 1946 ketika perwakilan Republik Sosialis Soviet Ukraina mendukung kemerdekaan Indonesia di Sidang Dewan Keamanan PPB.
Baca juga : OSO, Mahfud, Hingga JK Hadiri Milad Dan Peluncuran Buku Terbaik Nasaruddin Umar
Saat itu, Indonesia tengah berjuang mendapatkan dukungan internasional melawan agresi militer Belanda. Begitupun Indonesia memberikan pengakuan atas kemerdekaan Ukraina pada 24 Agustus 1991 dan pembukaan hubungan diplomatik kedua negara ditandatangani pada 11 Juni 1992.
"Sejak saat itu hubungan diplomatik berlangsung hangat dan terus terjaga, sampai di tahun 2022 Indonesia mengambil peran dalam upaya Internasional memediasi perang Ukraina-Rusia," ucapnya.
Selain mencantumkan misi memediasi perang Ukraina-Rusia tanggal 29 Juni 2022 saat Presiden Joko Widodo bertolak ke Ukraina, disebutkan juga setahun kemudian di sela-sela KTT G7 di Hirosima pada 21 Mei 2023, Jokowi dan Presiden Volodymyr Zelensky kembali bertemu untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Baca juga : KBRI Addis Ababa-Universitas Harambee Luncurkan Dua Buku Tentang Pariwisata
"Di tengah minimnya referensi yang mengkaji hubungan bilateral Indonesia-Ukraina, buku ini bisa menjadi referensi Sejarah hubungan diplomatik Indonesia- Ukraina," pungkas Guru Besar Unas tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya