Dark/Light Mode

Satgas Percepatan UU Cipta Kerja Urai Benang Kusut Ego Sektoral Perizinan

Rabu, 10 Juli 2024 16:51 WIB
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM.
Foto: Ng Putu Wahyu Rama/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Satgas Percepatan UU Cipta Kerja mendorong agar masalah klasik, yakni kusutnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam perizinan usaha, bisa diselesaikan.

Sekretaris Satgas Percepatan Sosialisasi UU Cipta Kerja Arif Budimanta menilai, spirit implementasi UU Cipta Kerja adalah melepaskan ego sektoral kementerian/lembaga.

Untuk itu, kata Arif, Satgas gencar melakukan sosialisasi menangkap kemanfaatan dan kendala dari para pelaku usaha terkait perizinan dasar serta perizinan sektoral.

Baca juga : Satgas Arif Sebut Ciptaker Bawa Spirit Pancasila

"Dari sosialisasi dilakukan penyempurnaan agar dari sisi waktu bisa lebih cepat, prosedur lebih mudah, aturan yang belum improve bisa dilakukan penyesuaian, sehingga masyarakat atau pengusaha mendapatkan pelayanan yang lebih cepat mudah dan pasti," ungkap Arif dalam acara bertajuk Implementasi Pelayanan Perizinan Usaha melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/7/2024).

Arif mengakui ego sektoral antar kementerian/lembaga masih kuat. Padahal, UU Cipta Kerja mengamanatkan, perizinan usaha dilakukan melalui satu platform terintegrasi, yaitu OSS-RBA.

"Ini merupakan tugas Satgas Percepatan UU Cipta Kerja membangun titik temu. Bahwa yang kita kerjakan ini membangun indonesia," katanya.

Baca juga : Bersama Guru Besar UGM, Satgas Sebut UU Cipta Kerja Mesin Perubahan Sosial

Selain sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha, lanjut Arif, Satgas UU Cipta Kerja pun gencar menggelar diskusi bersama praktisi media.

Berbagai masukan dari praktisi media pun ditampung dan akan menjadi pertimbangan bagi Satgas Percepatan UU Cipta Kerja untuk menggodok kembali aturan tersebut.

"Tentunya ini dilakukan menurut tangkapan media di masyarakat atau pun pemangku kepentingan yang lain terkait pelaksanaan pengurusan perizinan di OSS-RBA," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.