Dark/Light Mode

Ditegaskan Hashim Dan Dasco

Prabowo Disiplin Dan Prudent Kelola Fiskal

Jumat, 12 Juli 2024 08:10 WIB
Presiden terpilih Prabowo Subianto. (Foto: Facebook Prabowo Subianto)
Presiden terpilih Prabowo Subianto. (Foto: Facebook Prabowo Subianto)

 Sebelumnya 
Sebelumnya, anggota tim gugus tugas bidang keuangan Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono atau Tommy Djiwandono juga telah mengatakan hal serupa, Prabowo tidak akan meningkatkan rasio utang negara hingga 50 persen dari PDB.

“Kami sama sekali tidak membicarakan target utang terhadap PDB. Ini bukan rencana kebijakan yang resmi,” kata Tommy.

Pernyataan Thomas ini sekaligus menyangkal laporan Bloomberg yang menyatakan bahwa Prabowo akan menaikkan rasio utang negara dan merugikan mata uang rupiah hingga menimbulkan sentiment negative pasar obligasi Indonesia.

Baca juga : Divonis 10 Tahun, SYL Menerima, Juga Protes

Tommy menyatakan, Prabowo belum menargetkan tingkat utang. Dia menegaskan, pamannya itu bakal mematuhi batasan hukum yang berlaku mengenai fiskal.

“Penting untuk dicatat, itulah sebabnya Prabowo dan tim formalnya berbicara tentang kehati-hatian fiskal, karena hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut,” tegasnya.

Dia pun memastikan bahwa tim gugus tugas Prabowo dan tim Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah berfokus pada peningkatan pendapatan negara, meninjau belanja negara, dan mencari ruang anggaran untuk program-program yang penting, seperti menyediakan makanan bergizi untuk para siswa di sekolah dan gizi untuk ibu hamil.

Baca juga : Hery Targetkan BSI Masuk Top 3 Bank Syariah Global

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, rencana mengerek rasio utang Pemerintah ke level 50 persen dari PDB hanya wacana. Saat ini, pemerintah akan tetap fokus menjaga defisit dan rasio utang pemerintah sesuai dengan Undang-Undang (UU) Keuangan Negara.

“Kita tetap konsentrasi di bawah 40 persen dan current account defisitnya 3 persen,” sebut Airlangga di Hotel The St Regis, Jakarta, Kamis (11/7/2024).

Sementara itu, ekonom senior sekaligus pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini mengingatkan pemerintah agar hati-hati mengelola keuangan dan utang negara. Dalam diskusi publik bertajuk “Dilema Kabinet Prabowo dalam Bingkai Koalisi Besar” yang diselenggarakan di Universitas Paramadina, Didik menilai bahwa wacana kenaikan rasio utang bisa menjadi beban baru buat masyarakat. Sebab, jumlah utang luar negeri saat ini sudah mencapai Rp 8.300 triliun ditambah bunga sebesar Rp 497 triliun.

Baca juga : Eddy Soeparno: Keputusan Strategis Bisa Dibahas Bersama

Untuk itu, Rektor Universitas Paramadina ini, mengingatkan agar pemerintahan ke depan melakukan pertimbangan yang matang sebelum memutuskan menambah utang.

“Intinya harus hati-hati. Tidak bisa sembarangan, karena ini bukan uang presiden, ini kan dari pajak rakyat,” pungkasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 12 Juli 2024 dengan judul Ditegaskan Hashim Dan Dasco, Prabowo Disiplin Dan Pruden Kelola Fiskal

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.