Dark/Light Mode

Dukung Pemerintah Capai Target EBT 2025

KPI Tancap Gas Proyek Green Refinery Cilacap

Jumat, 12 Juli 2024 07:05 WIB
Ilustrasi - Pegawai Pertamina melintas di proyek Green Refinery Cilacap. Foto: Dok. pertamina
Ilustrasi - Pegawai Pertamina melintas di proyek Green Refinery Cilacap. Foto: Dok. pertamina

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina, tancap gas menyelesaikan Green Refinery Cilacap. Kilang ini akan mendukung target Pemerintah mencapai bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025.

Kilang ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan target kapasitas produk Biofuel hingga 6 ribu barrel.

Baca juga : Luhut Cari Cara Tekan Harga Tiket Pesawat

Corporate Secretary KPI Her­mansyah Y Nasroen menjelas­kan, Green Refinery Cilacap dapat menjawab tantangan produk yang lebih ramah ling­kungan. Karena kilang ini dapat memproduksi Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), atau bahan bakar dengan komponen nabati.

Selain itu, memproduksi produk bionafta dan bioav­tur/Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang berbahan baku minyak inti kelapa sawit (yang telah melalui proses Refined, Bleached, and Deodorized). Selanjutnya diolah bersamaan dengan avtur fosil melalui metode co-processing.

Baca juga : Siap-siap, Usia Kendaraan Di Jakarta Bakal Dibatasi

“Dengan kemampuan untuk mengolah sumber energi nabati, proyek Kilang Cilacap ini dapat memberikan nilai tambah bagi bangsa,” tutur Hermansyah dalam keterangan resmi, Kamis (11/7/2024).

Hal ini semakin diperkuat oleh pengalaman dan keahlian KPI di bisnis kilang, sejalan dengan perannya sebagai induk usaha kilang dan petrokimia Pertamina.

Baca juga : Tiga Singa Siap Tampil Beringas

Kilang Cilacap merupakan contoh kilang terintegrasi yang sejalan dengan transisi energi.

Proyek ini ditargetkan dapat menambah kapasitas produksi dari 3 ribu barel per hari menjadi 6 ribu barel produk Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), Sustain­able Aviation Fuel (SAF), dan Bionafta yang berasal dari Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.