Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Catatan Deputi I BPIP Prakoso
Pancasila, Solusi Indonesia Mengarungi Megatren Dunia
Senin, 15 Juli 2024 11:21 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pancasila sebagai Ideologi Bangsa mengharumkan sejarah berdirinya Indonesia. Jejak sejarah tersebut terbagi dalam enam tahapan, yakni masa penjajahan, masa kebangkitan dan persatuan, menyepakati prinsip Pancasila, Indonesia merdeka, merumuskan konstitusi, serta mengisi kemerdekaan.
Pancasila yang lahir pada 1 Juni 1945 sebagai dasar negara, tentu saja merupakan prinsip dari hasil kesepakatan para pendiri bangsa. The Founding Fathers Indonesia bersepakat bahwa Pancasila yang menyatukan Tanah Air berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila bukan ciptaan Soekarno, tapi beliau menggali nilai-nilai Pancasila dari bumi Indonesia itu sendiri.
Pancasila juga pembebas bangsa. Tadinya kita terkooptasi dan terkolonialisasi karena penjajahan Belanda, setelah itu Indonesia merdeka dan bersatu berkat Pancasila.
Dalam Pancasila juga sudah tercantum tujuan bernegara, mulai dari melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam ketertiban umum. Indonesia adalah taman sari dari dunia. Kita juga tidak mau sendirian hidup, karena antar negara itu saling terkoneksi.
Baca juga : Kalau Sampai Krisis Beras, Indonesia Diledek Singapura
Dalam keseharian kehidupan bermasyarakat, seluruh prinsip tata kelola di negara ini harus sesuai dengan Pancasila. Maka dari itu, perlu character building bernafaskan Pancasila agar kita tidak terpecah belah.
Pada 1928, melalui Sumpah Pemuda, para pemuda sebagai agen perubahan secara sadar ingin mendirikan negara Indonesia. Namun prinsip dasar yang menyatukan itu baru ada setelah Soekarno menawarkan Pancasila sebagai dasar negara.
Kita perlu juga meletakkan Pancasila sebagai pandangan hidup. Sebab, lambang Garuda Pancasila itu ada di mana-mana. Tengok saja di sertifikat tanah, KTP, paspor, kartu BPJS, sampai ijazah. Di sini, kita dituntut untuk melakukan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sebagai solusi untuk kemajuan bangsa.
Saat ini, kita juga menghadapi tantangan megatren dunia. Megatren adalah sumber kekuatan utama yang bersifat global, berkelanjutan, dan berkekuatan ekonomi makro yang berdampak pada sistem sosial dan lanskap ekonomi dunia. Perubahan ini bersifat radikal, masif, terstruktur, dan tidak dapat dibendung. Berimplikasi pada sumber daya dimulai dengan kelangkaan sumber pangan, air, dan energi, urbanisasi yang masif, dan pertumbuhan ekonomi kelas menengah dunia.
Baca juga : Menang Di Anggar Negeri Sembilan, Atlet Muda Indonesia Borong 7 Medali
Oleh karena itu, kita harus ekstra waspada dalam merespons, mendiagnosis, menganalisis, mendesain strategi masa depan, dan proses perencanaan yang konsisten dan berkelanjutan agar perubahan ini berdampak positif dan berkelanjutan. Pancasila adalah solusi bagi kita agar bisa tenang mengarungi megatren. Mari berjuang bersama 8 miliar populasi dunia.
Ideologi Pancasila juga diterapkan pada mata uang. Seperti bagaimana meningkatkan nilai tukar rupiah, meningkatkan daya saing perusahaan, dan kinerja yang harus ditingkatkan. Kebijakan perlu dibuat sedemikian rupa untuk meningkatkan percepatan nilai tambah bagi yang lemah.
PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia meningkat, tapi tidak boleh meninggalkan yang lemah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) harus meningkat agar warga Indonesia menjadi lebih sehat, lebih pintar, lebih mampu ekonominya, dan lebih cinta Tanah Air.
Kami di BPIP ingin menciptakan pemimpin berkarakter Pancasila sejak dini. Maka dari itu, karakter Pancasila perlu dibentuk berjenjang sejak PAUD, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Salam Pancasila.
Baca juga : Ini Rencana Mentan Amran Demi Wujudkan Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Catatan Deputi I Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prakoso
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya