Dark/Light Mode

Urusan Israel, Gus Yahya Main Keras

Minggu, 21 Juli 2024 08:29 WIB
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online)
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah memecat lima kadernya yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melarang jajaran NU kerja sama dengan lembaga-lembaga yang terkait Israel. Gus Yahya mulai main keras nih.

Larangan itu tertuang dalam surat edaran PBNU Nomor 2020/PB.03/A.1.03.08/99/07/2024. Surat tersebut merujuk Surat Edaran PBNU Nomor 4207/C.1.034/09/2021 tanggal 13 Shafar 1443 H/20 September 2021.

“Dengan ini kami tegaskan bahwa instruksi untuk menghentikan dan/atau menangguhkan semua program/proyek kerja sama yang berhubungan dengan Institut Leimena, Institute for Global Engagement (IGE), dan American Jewish Committee (AJC), baik yang masih dalam rencana maupun yang sedang berjalan, tidak pernah dicabut, dan masih berlaku hingga saat ini," tulis surat edaran tersebut, Sabtu (20/7/2024).

Lalu, apa tujuan diterbitkannya surat tersebut? Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni menjelaskan, surat ini penegasan kembali pelarangan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang terafiliasi dengan Israel yang sudah terbit di masa PBNU dipimpin KH Said Aqil Siroj.

Baca juga : Biden Makin Kempes

"Surat itu sampai hari ini tidak pernah dicabut. Tidak pernah juga direvisi, karena itu sifatnya masih berlaku," tegas Amin.

Surat edaran tersebut berlaku untuk pengurus wilayah, pengurus cabang sampai ke paling bawah. Termasuk ke banom (badan otonom) dan lembaga-lembaga di lingkungan NU. "Termasuk perguruan tinggi, pondok-pondok pesantren atau madrasah lain, itu masih terikat keputusan PBNU," tegasnya.

Alasan surat itu kembali diedarkan sebagai buntut adanya lima kader NU bertemu Presiden Israel Isaac Herzog tanpa sepengetahuan PBNU. 

Lantas, apa sanksi bagi pelanggar surat edaran itu? Amin mengatakan, PBNU akan terus melakukan pengkaderan intensif agar dapat mencegah kejadian serupa. "Nanti akan ada pembinaan," imbuhnya.

Baca juga : Sentil Kunjungan 5 Aktivis NU Ke Israel, Gus Nadir: Mudharatnya Lebih Banyak

Sikap keras PBNU sudah ditunjukkan kepada lima kadernya yang pergi ke Israel tanpa izin.

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf mengatakan, PBNU telah meminta kepada lembaga atau badan otonom yang berkaitan dengan kelima kadernya tersebut, untuk memberikan sanksi tegas.

"Tindakan atas pelanggaran tersebut dengan dua pilihan. Mengundurkan diri, atau diberhentikan," tegas pria yang akrab disapa Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (18/7/2024).

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim meminta, supaya masyarakat mewaspadai gerakan terselubung agen-agen Israel yang terus mencari dukungan terkait isu penjajahan terhadap Palestina.

Baca juga : Spanyol Juara, Yamal Paling Bersinar

“Saat ini agen-agen Israel masih terus bergerak di Indonesia buat menggalang dukungan dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sudarnoto menambahkan, kasus berangkatnya lima kader NU ke Israel merupakan pembelajaran penting jika agen Israel terus bergerak ke tokoh-tokoh. 

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana mengapresiasi sikap tegas PBNU. Hal ini semakin memperkuat sikap Indonesia terhadap Israel. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.