Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menegaskan, keputusan Pemerintah menaikkan HET MinyaKita merupakan kebijakan tidak pro rakyat.
Menurut dia, kenaikan tersebut sangat kontradiktif dengan status Indonesia sebagai eksportir terbesar minyak sawit mentah untuk bahan minyak goreng.
“Tidak masuk akal, CPO kita melimpah ruah tapi harga minyak goreng malah naik. Kalau kita importer CPO, keputusan itu rasional, harga naik karena faktor internasional dan kurs mata uang,” ujarnya.
Baca juga : Perbaiki Layanan, Bikin Pebisnis Dan Turis Nyaman
Sebab itu, Tulus meminta keputusan Pemerintah menaikkan HET MinyaKita ditinjau ulang. Dia juga mendesak Pemerintah memperbaiki jalur distribusi minyak goreng agar harga komoditas tersebut bisa turun.
Menurutnya, minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Harusnya, negara melakukan intervensi kebijakan agar harganya bisa turun.
“Benahi jalur distribusi agar pasokan lancar dan tidak ada kenaikan harga. Sebab, apa yang terjadi saat ini disebabkan oleh jalur distribusi yang rumit dan high cost,” jelas Tulus.
Baca juga : Tim Tango Di Atas Angin
Terpisah, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, kenaikan HET Minyakita secara resmi tinggal menunggu revisi Permendag Nomor 49 Tahun 2022.
“Dalam aturan baru nanti, minyak curah juga tidak diakui lagi menjadi bagian dari DMO. Kemudian, soal optimalisasi penyaluran MinyaKita, kami akan melibatkan BUMN, terutama distribusi di daerah tertertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP),” imbuhnya.
Di media sosial X, naiknya HET MinyaKita menuai beragam tanggapan dari netizen. Akun @Ex_TKI meminta kenaikan HET MinyaKita dibatalkan. Sebab, harga minyak goreng di dalam negeri sudah melampaui Malaysia.
“Di Malaysia harga minyak goreng bukan curah itu Rp 9.000 per liter. Kenapa di Indonesia, minyak goreng subsidi bisa Rp 15.700 per liter. Apakah mereka perlu study banding ke Malaysia, agar dapat mengetahui kenapa mereka bisa menjual minyak goreng bukan curah lebih murah dari Indonesia,” tulisnya.
Baca juga : Nadal Sedih, Campur Senang
Akun @kedelaihitam26 khawatir HET MinyaKita terus bergerak hingga mendekati harga minyak goreng produksi swasta. Menurut dia, kondisi tersebut akan semakin membebani masyarakat, yang telah kesulitan dengan kenaikan HET sejumlah bahan pokok.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 24 Juli 2024 dengan judul Pasokan-Distribusi MinyaKita Harus Diawasi Dengan Ketat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya