Dark/Light Mode

Pasokan-Distribusi MinyaKita Harus Diawasi Dengan Ketat

Rabu, 24 Juli 2024 07:25 WIB
Pedagang menjual produk minyak goreng Minyakkita di Pasar Pondok Labu, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pedagang menjual produk minyak goreng Minyakkita di Pasar Pondok Labu, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menegaskan, keputusan Pemerintah menaikkan HET MinyaKita merupakan kebijakan tidak pro rakyat.

Menurut dia, kenaikan terse­but sangat kontradiktif dengan status Indonesia sebagai ekspor­tir terbesar minyak sawit mentah untuk bahan minyak goreng.

“Tidak masuk akal, CPO kita melimpah ruah tapi harga min­yak goreng malah naik. Kalau kita importer CPO, keputusan itu rasional, harga naik karena faktor internasional dan kurs mata uang,” ujarnya.

Baca juga : Perbaiki Layanan, Bikin Pebisnis Dan Turis Nyaman

Sebab itu, Tulus meminta keputusan Pemerintah menaikkan HET MinyaKita ditinjau ulang. Dia juga mendesak Pemerintah memperbaiki jalur distribusi minyak goreng agar harga ko­moditas tersebut bisa turun.

Menurutnya, minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Harusnya, negara melakukan intervensi ke­bijakan agar harganya bisa turun.

“Benahi jalur distribusi agar pasokan lancar dan tidak ada kenaikan harga. Sebab, apa yang terjadi saat ini disebabkan oleh jalur distribusi yang rumit dan high cost,” jelas Tulus.

Baca juga : Tim Tango Di Atas Angin

Terpisah, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto mengatakan, ke­naikan HET Minyakita secara resmi tinggal menunggu revisi Permendag Nomor 49 Tahun 2022.

“Dalam aturan baru nanti, minyak curah juga tidak diakui lagi menjadi bagian dari DMO. Kemudian, soal optimalisasi pe­nyaluran MinyaKita, kami akan melibatkan BUMN, terutama distribusi di daerah tertertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP),” imbuhnya.

Di media sosial X, naiknya HET MinyaKita menuai bera­gam tanggapan dari netizen. Akun @Ex_TKI meminta kenai­kan HET MinyaKita dibatalkan. Sebab, harga minyak goreng di dalam negeri sudah melampaui Malaysia.

“Di Malaysia harga minyak goreng bukan curah itu Rp 9.000 per liter. Kenapa di Indonesia, minyak goreng subsidi bisa Rp 15.700 per liter. Apakah mereka perlu study banding ke Malaysia, agar dapat mengetahui kenapa mereka bisa menjual minyak goreng bukan curah lebih murah dari Indonesia,” tulisnya.

Baca juga : Nadal Sedih, Campur Senang

Akun @kedelaihitam26 kha­watir HET MinyaKita terus bergerak hingga mendekati harga minyak goreng produksi swasta. Menurut dia, kondisi tersebut akan semakin mem­bebani masyarakat, yang telah kesulitan dengan kenaikan HET sejumlah bahan pokok.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 24 Juli 2024 dengan judul Pasokan-Distribusi MinyaKita Harus Diawasi Dengan Ketat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.