Dark/Light Mode

BP2MI Ajak Pemerintah Singapura Teken MoU Berantas Overcharging

Senin, 29 Juli 2024 21:37 WIB
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kunjungan kerja ke Singapura, Jumat (26/7/2024). Foto: Istimewa
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kunjungan kerja ke Singapura, Jumat (26/7/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan kunjungan kerja ke Singapura, Jumat (26/7/2024). Kunjungan kali ini untuk penguatan kerja sama penempatan dan perlindungan PMI.

Mula-mula menginjakkan kaki di Singapura, rombongan BP2MI yang dipimpin Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Lasro Simbolon, melakukan kunjungan ke Kantor Ministry of Foreign Affair (MFA) Singapura.

Lasro mengatakan, Indonesia dan Singapura perlu membentuk Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan hukum kerja sama penempatan dan pelindungan.

"Kami prihatin dengan realitas sebagian besar pekerja rumah tangga asal Indonesia di Singapura justru direkrut oleh agen Singapura dengan jalur mandiri. Padahal, bagi Indonesia ini adalah non-prosedural karena tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 dan regulasi terkait lainnya," kata Lasro, dalam keterangannya, Senin (29/7/2024).

Menurut Lasro, perlu solusi bersama mengatasi praktik pengenaan pembiayaan yang berlebihan (overcharging).

Baca juga : Dukung Pemerintah, BNI Tegas Perangi Judi Online

"PMI sektor domestik di beberapa negara sudah zero cost. Justru di Singapura, selain menanggung biaya penempatan sendiri, masih dikenakan pemotongan gaji sampai dengan 8 bulan oleh agen di Singapura dan Indonesia," tambahnya.

Untuk itu, dia berharap otoritas Singapura perlu memberikan atensi serius. "Praktik overcharging ini harus dihentikan. Ini harus diberantas," tegas Lasro.

Terkait dengan sektor kesehatan, Lasro mengapresiasi otoritas Singapura. Sebab untuk pertama kalinya, terdapat 61 perawat dan puluhan caregiver telah bekerja di Singapura.

"Mereka mendapatkan gaji yang cukup memadai, dan pembebanan biaya yang sejauh ini dianggap cukup proporsional," ungkapnya.

Kendati demikian, Lasro mengaku jumlah perawat dan caregiver dari Indonesia masih sangat kecil dibanding dari negara pengirim lainnya seperti Filipina, Srilanka, dan Myanmar. Kendala utama adalah tantangan kemampuan berbahasa Inggris bagi calon perawat.

Baca juga : Sambut Baik Semiloka, Wamenag: Semangat Moderasi Beragama Harus Digelorakan

"BP2MI siap membantu memastikan penguatan fasilitasi penempatan perawat dan caregiver ke Singapura untuk memenuhi permintaan yang semakin tinggi," ujar Deputi Lasro.

Selain skema Private to Private (P to P) yang berlaku saat ini, Deputi Lasro juga mengajak pihak Singapura melakukan penempatan dengan skema Government to Government (G to G).

"Sebagaimana yang telah dilakukan dengan Pemerintah Jepang dan Jerman," ucapnya.

Deputi Lasro juga secara khusus mengajak pihak Singapura untuk menjajaki penyelenggaraan peningkatan kemampuan berbahasa Inggris bagi CPMI perawat dan caregiver, yang telah dianggap lulus seleksi administrasi dan kompetensi teknis.

"Pilot Project tersebut dapat dilakukan di Jakarta sebelum berangkat, dengan pembiayaan bersama antara pihak Singapura dan Indonesia,” imbuh Deputi Lasro.

Baca juga : PHRI Minta Pemerintah Wajibkan OTA Asing Bangun Badan Usaha Tetap

Sementara, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menegaskan perlu terus dibangun sinergi dalam penempatan dan perlindungan PMI.

"Melalui koordinasi kementerian dan lembaga optimal, Indonesia perlu memanfaatkan peluang kerja yang terbuka di Singapura. Terutama sektor terlatih dan profesional seperti perawat, hospitality, dan lain-lain; selain sektor pekerja domestik yang masih sangat dominan saat ini," tutur Tommy, sapaan Dubes Suryopratomo.

Turut hadir dalam pertemuan ini Minister Counsellor Korfung Pelindungan WNI, Yosep Trianugra Tutu, Atase Ketenagakerjaan KBRI Singapura, Tantri Damastuti, Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Perlindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Sukarman, Staf Khusus Kepala BP2MI, Rully Novian.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.