Dark/Light Mode

Gus Yahya Ibaratkan PKB Mobil Rusak Yang Harus Ditarik

Sabtu, 3 Agustus 2024 20:29 WIB
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Ist)
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengibaratkan, hubungan antara PBNU dan PKB ibarat sebuah mobil dan pabrikan mobil.

Jika pabrik mobil menemukan masalah di sistem mobil yang diciptakan, maka pabrik akan melakukan penarikan atau recall untuk dilakukan perbaikan.

Baca juga :  Lexus Luncurkan Tiga Mobil Listrik Sekaligus Di GIIAS 2024

“Kemarin 'kan ada perusahaan memproduksi mobil. Sudah dilempar ke pasar, sudah laku, ternyata ada kesalahan sistem di mobilnya. Maka ditarik kembali produknya untuk diperbaiki sistemnya,” kata Gus Yahya ketika ditanya wartawan mengenai Pansus PKB usai menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (3/8/2024).

Sementara itu, Pansus PKB bentukan PBNU saat ini juga terus bekerja. Setelah pada Rabu (31/7/2024) Pansus PKB mengundang eks Sekjen PKB Lukman Edy, kini giliran Sekjen PKB Hasanuddin Wahid yang dipanggil untuk datang ke PBNU bertemu tim Pansus PKB.

Baca juga : Pertamina Manfaatkan Energi Hijau Untuk Pertanian Hidroponik Di Dumai

Hasanuddin Wahid dipanggil untuk datang ke Ruang Rapat Lantai 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat pada Senin 5 Agustus 2024 pukul 12.30 WIB.

Tim asistensi tentang PKB bentukan PBNU ini merupakan hasil dari rapat pleno PBNU dan menetapkan Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni sebagai ketua dan anggotanya.

Baca juga : Nyontek Pakai AI Saat Ujian Masuk Universitas

Tim ini akan mengundang banyak tokoh baik yang masih aktif di PKB maupun yang saat ini sudah tidak lagi di PKB, tapi memiliki kesejarahan dengan PKB. Hasil kajian dari tim ini selanjutnya akan dibawa ke Pleno PBNU untuk diambilkan keputusan organisasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.