Dark/Light Mode

Soal PKB, Gus Yahya Sebut Mobil Rusak Yang Harus Ditarik KembaliĀ 

Sabtu, 3 Agustus 2024 20:41 WIB
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (3/8).
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (3/8).

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan PBNU dengan PKB sedang tidak harmonis. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengibaratkan hubungan PBNU dan PKB ibarat mobil dan pabrikan mobil. 

Oleh karena itu, ia mengatakan, jika pabrik mobil menemukan ada masalah di sistem mobil, maka pabrik akan melakukan penarikan atau recall untuk dilakukan perbaikan.

Baca juga : Gus Yahya Ibaratkan PKB Mobil Rusak Yang Harus Ditarik

Hal itu diungkapkan Gus Yahya, sapaan akrab Yahya Cholil Staquf ketika ditanya wartawan mengenai Pansus PKB usai menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (3/8).

“Kemarin ada perusahaan produksi mobil. Sudah dilempar ke pasar, sudah laku, ternyata ada kesalahan sistem di mobilnya. Maka ditarik kembali produknya untuk diperbaiki sistemnya,” kata Gus Yahya

Baca juga : Soal Pansus Haji, Gus Yahya Bela Gus Yaqut

Sementara itu, Pansus PKB bentukan PBNU saat ini juga terus bekerja. Setelah pada Rabu (31/7), Pansus PKB mengundang eks Sekjen PKB, Lukman Edy, kini giliran Sekjen PKB, Hasanuddin Wahid dipanggil untuk datang ke PBNU untuk bertemu Tim Pansus PKB.

Hasanuddin dipanggil untuk datang ke Ruang Rapat Lantai 5 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat pada Senin (5/8) pukul 12.30 WIB.

Baca juga : Bertemu Gus Yahya, Bamsoet Tegaskan Dukungan Bagi Kemerdekaan Palestina

Tim asistensi tentang PKB bentukan PBNU ini merupakan hasil dari rapat pleno PBNU dan menetapkan Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan Wakil Ketua Umum PBNU, KH Amin Said Husni sebagai ketua dan anggotanya.

Tim ini akan mengundang banyak tokoh baik yang masih aktif di PKB maupun yang saat ini sudah tidak lagi di PKB namun memiliki kesejarahan dengan PKB. Hasil kajian dari tim ini selanjutnya akan dibawa ke Pleno PBNU untuk diambilkan keputusan organisasi.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.