Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemprov Aceh Dukung Pembuatan Film Roman Berlatar Tsunami & Hubungan RI-Afsel
Senin, 5 Agustus 2024 23:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proses penyiapan pembuatan film kerja sama antara pelaku industri film Indonesia dengan Cape Town, Afrika Selatan (Afsel) terus bergulir. Film ini bertemakan hubungan roman antara mahasiswa dan mahasiswi Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh berlatar belakang tsunami Aceh dan hubungan RI-Afsel.
Kerja sama bidang perfilman ini diyakini akan menjadi instrumen yang baik dalam mempererat hubungan kedua negara terutama sosial budaya. Hal ini penting mengingat kedua negara memiliki hubungan yang sangat dalam secara historis dan sosial budaya sejak syiar Islam pertama oleh Syekh Yusuf Al Macassari dari Makassar dan Tuan Guru dari Tidore. Selain itu, dengan keberadaan Cape Malay yang menjadi diaspora Indonesia dan saat ini jumlahnya lebih dari 330.000 orang.
Konjen RI Cape Town telah menugaskan Faiez Maulana, Konsul Protokol dan Konsuler KJRI, untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak di Aceh pada 30 Juli-1 Agustus 2024. Faiez telah bersilaturahmi dengan anggota Tuha Peut Wali Nanggroe Aceh, Prof Syahrizal Abbas di Sekretariat Wali Nanggroe Aceh.
Baca juga : Jumpa Putin, Prabowo Dukung Penuh Pembukaan Konsulat Rusia Di Bali
Pertemuan berlangsung hangat. Prof Syahrizal menyampaikan dukungan dari lembaga Wali Nanggroe atas rencana pembuatan film tersebut. Pembuatan film ini, menurutnya, menjadi sarana efektif untuk menampilkan kebudayaan Aceh yang bisa disaksikan masyarakat dunia.
Pembicaraan menjadi lebih hangat dan diselingi tawa ceria saat Prof Syahrizal menceritakan pengalamannya di luar negeri, baik waktu belajar di Kanada maupun saat melakukan kunjungan kerja ke Kairo, Mesir.
Selain itu, KJRI Cape Town bertemu dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal. Pertemuan dilakukan sesuai kearifan lokal khas Aceh yaitu di Warung Kopi Cut Nun, Ulee Kareng, Banda Aceh.
Baca juga : Program DMPA Dukung Keberlanjutan Pengelolaan Hutan
Sembari menyeruput harum khas kopi Aceh, perbincangan berlangsung menarik. Almuniza menyampaikan, Pemprov Aceh siap mendukung pembuatan film tersebut. Film tersebut akan menjadi momentum untuk peningkatan pariwisata Aceh.
Selain itu, wakil KJRI Cape Town telah melakukan pertemuan dengan Dekan Fakultas Hukum (FH) USK M Gaussyah beserta jajaran. Gaussyah sangat bangga akan rencana pembuatan film tersebut, yang pasti akan mengambil lokasi FH USK. Dia juga siap memfasilitasi jika nantinya skenario membutuhkan mahasiswa dalam pengambilan scene di film tersebut.
Melengkapi kunjungan, Faiez Maulana bertemu dengan Davi Abdullah, pelaku film lokal Aceh. Davi beserta timnya akan menjadi supporting partner yang akan mendukung syuting pengambilan gambar di Aceh.
Baca juga : Prof Mahfud Ingin Pemulihan Korban HAM Berat Dilanjutkan
Davi merupakan peraih Piala Citra Festival Film Indonesia (2021) untuk karya dokumenternya Three Faces in the Land of Sharia. Film dokumenter dengan kategori hak asasi manusia tersebut juga berhasil menembus nominasi Cannes World Film Festival (2023).
Konjen RI Cape Town Tudiono menyampaikan, silaturahmi dan pertemuan dengan berbagai pihak yang dilakukan KJRI Cape Town di Aceh dimaksudkan untuk memberikan informasi sedari dini terkait film tersebut. Juga menumbuhkan nilai dan semangat “sense of belonging”, rasa memiliki film dimaksud dan tentu saja menerima masukan-masukan yang berharga.
“Pembuatan film ini sebagian akan dilakukan di Aceh dan sebagian lainnya di Cape Town dan diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat,” ucapnya, dalam keterangan resmi, Senin (5/8/2024).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya