Dark/Light Mode

Perlukah Sastra Masuk Kurikulum?

Minggu, 22 September 2024 09:37 WIB
Esais yang juga Peneliti di Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Tebuireng Media Group, Septian Pribadi. Foto: Istimewa
Esais yang juga Peneliti di Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Tebuireng Media Group, Septian Pribadi. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Suka tidak suka, sejak nenek moyang orang Indonesia, karakter masyarakat Indonesia dibentuk dan terbentuk dari konstruksi sastra.

Seorang sastrawan Indonesia, Gamal Tabroni, memberikan penjelasan apa itu sastra? Sastra adalah ungkapan ekspresi manusia berupa karya tulis atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk imajinatif, cerminan kenyataan (data asli) yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa.

Menggarisbawahi media bahasa, media adalah alat saluran komunikasi atau secara sederhana adalah perantara. Sastra yang membentuk karakter manusia Indonesia bisa tersampaikan melalui perantara cerita atau tertulis (teks).

Sejak kecil dulu dan mungkin hampir dialami oleh semua anak-anak di Indonesia, cara pendidikan karakter leluhur adalah dengan menjejali cerita-cerita yang menurut nalar ilmiah tidak masuk akal alias mitos.

Baca juga : Peluang dan Tantangan Masa Depan Artisan Tea

Contoh saja, ketika kecil saya sering dilarang makan di depan pintu. Katanya nanti jadi nggak payu rabi (tidak bisa menikah). Lalu ketika menyapu rumah dan tidak bersih, biasanya dinasihati, “Kalau nyapu yang bersih, nanti istrinya brewokan”.

Dan yang paling konyol, adalah ketika makan nasi dan tidak habis. Katanya bisa bikin ayam peliharaan kita mati. Setelah dewasa, saya mencoba memahami nasihat-nasihat “aneh” yang berbentuk cerita itu.

Ternyata, kalau makan di depan pintu itu tidak tepat karena bisa menganggu arus lalu lalang penduduk rumah. Kalau menyapu yang bersih memberikan kita nilai untuk jeli dalam menjaga kebersihan. Dan ketika makan tidak habis, ya memang sebaiknya dihabiskan sebagai bentuk penghormatan kepada petani padi dan orang yang memasak agar makanan tidak dibuang mubadzir.

Sastra Leluhur

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Salurkan SAF Ke Citilink

Ranggawarsita yang disebut sebagai pujangga terakhir Tanah Jawa melahirkan karya Serat Kalatidha, karya yang menceritakan perjalanan spiritual dan filosofi hidup dalam bentuk cerita yang mendidik.

Menuju masa lalu yang lebih jauh, ada Kiai Ageng Selo yang hidup pada awal abad ke-16 yang dikenal sebagai tokoh Islam yang dikenal memiliki kemampuan mendongeng yang ciamik. Ceritanya kemudian terus menerus menjalar dan diceritakan kembali pada generasi selanjutnya.

Seperti cerita yang dialaminya sendiri, yaitu “Kisah Pertemuan dengan Sunan Kalijaga” setelah beberapa waktu, mampu menangkap dan menaklukan petir yang berwujud naga. Kisah penaklukan petir itu kemudian dikenal luas dan diabadikan dalam ukiran pada Lawang Bledheg atau pintu Masjid Agung Demak.

Pagelaran budaya Jawa kuno macam Wayang Kulit, adalah media lisan lain yang memberikan kontribusi pembentukan karakter orang Jawa melalui cerita-cerita epik macam Mahabarata dan Ramayana. Dan Dalang adalah sosok sentral dalam pentas ini.

Baca juga : 20 Capim Tersisih, Salah Satunya Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Selain sastra berwujud media lisan, beberapa karya leluhur seputar sastra juga banyak dijumpai. Seperti Serat Wulangreh karya Sri Susuhan Pakubuwana IV, yang berisi nasihat moral untuk bangsawan dan dikemas dalam bentuk tembang.

Kemudian ada Kakawin Nagarakertagama, karya Empu Prapanca, yang dianggap sebagai karya sastra paling lengkap yang menggambarkan secara detail tentang Majapahit dan tentu saja di dalamnya ada nasihat-nasihat moral. Karya-karya sastra itu dan masih banyak yang lain, memiliki peran penting dan signifikan dalam pembentukan karakter orang Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.