Dark/Light Mode

Nongkrong Di Rel Berujung Maut

Ingat, Masyarakat Dilarang Beraktivitas Di Jalur Kereta

Selasa, 24 September 2024 07:25 WIB
Petugas PT KAI sosialisasi keselamatan ke anak-anak dan warga sekitar rel kereta api antara Stasiun Cikampek-Stasiun Tanjung Rasa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). (Foto: X/KAI121)
Petugas PT KAI sosialisasi keselamatan ke anak-anak dan warga sekitar rel kereta api antara Stasiun Cikampek-Stasiun Tanjung Rasa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (23/9/2024). (Foto: X/KAI121)

 Sebelumnya 
“Salah satu korban berhasil melintasi rel menuju Jakarta. Namun keempat korban tidak menyadari ada kereta Fajar Utama Solo dari jalur berlawanan yang akan melintas. Keempat orang itu tidak dapat menghindar dan tertabrak,” jelasnya.

Pengamat transportasi dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyatakan, kejadian warga tertabrak kereta di Karawang tersebut bukan hanya ter­jadi karena kelalaian perorangan.

Menurutnya, kawasan sekitar rel kereta yang menjadi ruang rekreasi atau tempat aktivitas warga merupakan salah satu kegaga­lan Pemerintah Daerah (Pemda) menyediakan ruang publik yang layak bagi masyarakat.

Karena tidak mempunyai ruang terbuka yang memadai, masyarakat memanfaatkan jalur kereta api untuk berkumpul. Bila dilihat dari dua sisi, itu termasuk kelalaian struktural dan kultural.

Baca juga : Pilgub Jateng Mulai Memanas

“Dari satu sisi peraturan, atau Pemda tidak mengingatkan secara optimal. Di sisi lain, ada ke­biasaan masyarakat berkumpul yang tidak memahami makna bahaya,” katanya.

Di media sosial X, netizen prihatin dengan peristiwa empat warga yang tertabrak kereta di Karawang. Harusnya, warga di sekitar rel diingatkan tidak beraktivitas di rel.

Akun @mypediasure menyatakan, video detik-detik tabrakan, sangat mencekam. Apalagi anak korban AA sudah berteriak kepada ibunya bahwa ada kereta lewat. “PT KAI perlu memperbanyak so­sialisasi bahaya bermain di dekat rel untuk warga sekitar, terlebih di 2 jalur aktif,” tulisnya.

Akun @Dayyart16 meyakini, warga di pinggir rel sudah pa­ham soal bahaya jika main di rel. Masalahnya banyak warga lain yang jarang-jarang main ke rel dan menjadi korban.

Baca juga : Komisi VIII DPR Nolak

“Saya dari lahir sampai saat ini tinggal di sekitar rel kereta api, masyarakat di sekitar pemukiman saya juga menikmati hiburan kereta api, tapi di posisi yang aman yaitu di pinggir rel. Memang ada beberapa kali yang tertabrak, tapi semuanya orang luar daerah saya,” tuturnya.

Akun @rientokoo mengingat­kan, kereta nggak seperti bus dan mobil yang bisa ngerem mendadak. Sekalipun nabrak orang, kereta hanya akan berhenti di stasiun.

Akun @Widyawan54 menilai, jalur kendaraan khusus, seperti rel dan jalan tol, harus steril dari aktivitas warga. Jika ada masih membandel beraktivitas disana, maka berpeluang besar kena tabrak.

Akun @graciaaas menam­bahkan, orang tertabrak kereta tidak hanya menimbulkan trau­ma mendalam bagi keluarga. Bahkan saksi dan penumpang kereta pun juga ikut trauma melihat tubuh korban hancur dihantam kereta.

Baca juga : Orang Dianggap Miskin Jika Tidak Punya Dapur

“Tanpa mengurangi rasa hor­mat kepada para korban, yang trauma sama kelalaian manusia yang tewas tertabrak kereta nggak keluarga. Mereka yang melihat jenazahnya dan penumpang yang lihat juga pasti trauma banget, aku salah satunya,” ungkapnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 24 September 2024 dengan judul Nongkrong Di Rel Berujung Maut, Ingat, Masyarakat Dilarang Beraktivitas Di Jalur Kereta

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.