Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Terkait Potensi Megathrust
Budaya Siaga Bencana Harus Mulai Dibangun
Kamis, 26 September 2024 07:25 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, potensi megathrust adalah fakta. Sebab itu, mereka mengimbau Pemerintah, pihak swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan seluruh elemen masyarakat, mulai melakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi megathrust.
“Informasi potensi gempa megathrust yang berkembang saat ini bukan prediksi atau peringatan dini. Informasi potensi gempa dan tsunami diharapkan mendorong upaya persiapan mencegah risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa bila terjadi gempa kuat dan membangkitkan tsunami dengan skenario terburuk,” jelas BMKG.
Mereka juga menyarankan masyarakat mengikuti sosialisasi, meningkatkan literasi, mengikuti latihan simulasi dan memastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa.
Baca juga : Kampanye Kotak Kosong Tidak Dapat Fasilitas KPU
Masyarakat diminta mengupdate informasi gempabumi dan peringatan dini di kanal terpercaya, seperti website www.bmkg.go.id, atau media sosial @stageofsleman.
Di media sosial X, banyak netizen mengaku masih awam soal budaya siaga bencana. Mereka pun meminta soal itu disosialisasikan secara massif.
“Jujur saja Pak, di sekolah saya cuma pernah diajarin siaga bencana bila ada kebakaran gedung dan tabung gas 3 kg bocor. Belum pernah diajarin apa yang harus dilakukan bila ada gempa saat ada di sekolah atau di rumah. Perlu juga tuh sekolah diwajibin bikin simulasi gempa,” ucap akun @pendekaarbajahiiiitam.
Baca juga : IPA Buaran III Siap Pasok Air Ke 300 Ribu Keluarga
“Harusnya, Pemerintah mulai menggencarkan pengajaran dan menanamkan budaya siaga bencana ke masyarakat. Kan bisa tuh bikin kebijakan, semua daerah wajib menggelar simulasi gempa dan tsunami, semisal dua minggu sekali,” timpal akun @S4h4mudra.
Sementara, akun @ffendd3r menyatakan, orang tuanya selalu mengajarkan kepada seluruh anak-anaknya, apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa. “Nyokap gue paling sering ingetin, kalau ada lindu (gempa) gue harus keluar rumah. Jangan di dalam rumah,” tulisnya.
Akun @Patrah33 punya pendapat berbeda. Menurutnya, saat ini masyarakat lebih takut mengalami gempa ekonomi, karena hal itu mengancam nyawa hingga biduk rumah tangga.
Baca juga : AS Roma Vs Athletic Bilbao, Uji Nyali Pelatih Baru
“Lebih ngeri gempa ekonomi gak sih? bisa bikin orang cerai hingga pembunuhan gitu. Nanya doang nih,” cuitnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 26 September 2024 dengan judul Terkait Potensi Megathrust, Budaya Siaga Bencana Harus Mulai Dibangun
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya