Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tantangan Pancasila: Menghadapi Intoleransi dengan Berbagai Wajah
Minggu, 6 Oktober 2024 17:32 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam perjalanan bangsa Indonesia sejak merdeka sampai saat ini, Pancasila hadir sebagai jembatan perbedaan suku, ras, bahkan agama yang berbeda. Pancasila mampu menjadi penengah berbagai ideologi ekstrem, seperti komunisme dan ekstremisme berlatar belakang agama, yang tidak terjadi hanya di Islam sebagai agama mayoritas, namun juga di agama lainnya di Indonesia.
Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Leonard Chrysostomos Epafras mengatakan, Indonesia telah banyak belajar dari berbagai insiden yang dipicu isu keagamaan. Menurutnya, Indonesia punya banyak pengalaman penanganan konflik horizontal.
Baca juga : Pancasila Pemersatu Bangsa Lawan Intoleransi dan Ekstremisme
Dia memaparkan, radikalisme tidak bisa hanya dikaitkan dengan agama tentu. Karena nyatakan, ada kelompok dari masing-masing agama mengsalahartikan perintah atau doktrin agama untuk berbuat radikal dan intoleran terhadap pemeluk agama lain.
Leonard berharap, masyarakat Indonesia bisa lebih matang dan bijaksana dalam menghadapi isu yang berpotensi menimbulkan polarisasi dan gesekan horizontal. Kebersamaan bangsa Indonesia yang dinaungi Pancasila sebagai ideologi bernegara telah berkali-kali melewati ujian kebangsaan, dan hendaknya tetap kuat dalam menghadapi tantangan berikutnya.
Baca juga : KAI Properti Optimis Terus Tumbuh di Tengah Berbagai Tantangan
“Jangan sampai kita mundur ke era pra-Pancasila, ketika kita tidak punya konsep bersama. Pancasila mungkin bisa ditafsirkan dengan bermacam cara, tetapi tetap menjadi cara kita untuk saling terikat dan berhasil menjadi Indonesia yang seutuhnya,” ucap Leonard.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya