Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Butuh Dana 450 T, Makan Bergizi Gratis Diberikan Pagi Dan Siang
Selasa, 8 Oktober 2024 08:10 WIB
Sebelumnya
Akbar berharap, mulai saat ini para kepala daerah segera mempersiapkan bahan bakunya. Seperti produk pertanian, peternakan, dan bahan pendukung lainnya. “Jangan sampai potensi yang besar ini justru bahan bakunya dipasok dari daerah lain,” pesan Akbar.
Selain itu, ia juga meminta agar pelaku UMKM mulai meningkatkan kualitas produksinya. Sebut saja beragam menu makanan bergizi yang akan disajikan kepada siswa. Mengingat, program ini akan berada di bawah Badan Gizi Nasional.
“Selain bergizi, UMKM di daerah juga harus membuat makanan yang lezat agar menjadi menu yang benar-benar bermanfaat bagi siswa,” kata Akbar.
Baca juga : Bocor, Dihuni Tikus, Dan Digerogoti Rayap
Deputi Bidang Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bonivasius Prasetya Ichtiarto menilai, penting data berdasarkan kelompok umur untuk menjalankan program ini agar lebih tepat sasaran. Dalam laporan kependudukan ada data penduduk berdasarkan kelompok umur.
Selain itu, BKKBN juga punya pendataan keluarga (PK). Jika dikolaborasi, Pemerintah bisa mengetahui akan ada berapa banyak anak usia 0-2 tahun, 3-5 tahun, bahkan SD hingga SMA.
“Itu bisa membantu teman-teman di Badan Gizi Nasional untuk melakukan program makan bergizi gratis,” kata Prasetya, di Jakarta, Senin (7/10/2024).
Baca juga : Wapres Bangga SDGs Di Indonesia Melesat
Ia menegaskan pentingnya kekuatan data dalam setiap program Pemerintah agar dapat berjalan secara efisien dan lebih tepat sasaran. “Laporan kependudukan dapat membantu, bukan hanya bagi BKKBN, tetapi juga kementerian/lembaga dalam menjalankan program-programnya, termasuk di Pemda,” katanya.
Seperti diketahui, pemerintah dan DPR telah sepakat memasukan program makan bergizi gratis dalam APBN 2025. Dana yang disiapkan negara untuk melaksanakan program tersebut sebesar Rp 71 triliun. Anggaran itu masuk dalam anggaran pendidikan dalam APBN 2025.
Kalau kemudian naik menjadi Rp 450 triliun, apakah APBN kita sanggup? Kemenkeu telah menyesuaikan belanja kementerian/lembaga dalam RAPBN 2025 senilai Rp 976,8 triliun menjadi Rp 1.160 triliun pada APBN 2025. Penyesuaian itu dilakukan untuk mendukung program-program unggulan pemerintahan baru yang telah dimasukan ke dalam belanja kementerian/lembaga senilai Rp 121 triliun.
Baca juga : Partai NasDem Tetap Dukung Prabowo-Gibran
Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Wahyu Utomo mengatakan, dari anggaran itu, sebesar Rp 71 triliun dialokasikan untuk program makan bergizi gratis. Nantinya, anggaran tersebut akan dikelola Badan Gizi Nasional.
“Dalam APBN itu esensinya ada yang sifatnya melanjutkan program yang sudah bagus, dan menambah sesuatu yang lebih bagus lagi dengan berbagai program regular,” terang Wahyu dalam acara media gathering di Anyer, Banten, beberapa waktu lalu.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 8 Oktober 2024 dengan judul Butuh Dana 450 T, Makan Bergizi Gratis Diberikan Pagi Dan Siang
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya