Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Menhub Luncurkan Buku Biografi, "BKS Dari Underdog Jadi Menteri"
Rabu, 9 Oktober 2024 07:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meluncurkan buku biografi berjudul 'BKS dari Underdog Jadi Menteri' di Ciputra Artpreneur Gallery, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2024) malam.
Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh diantaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas.
Hadir juga dilokasi acara Chairman CT Corp Chairul Tanjung, Dubes Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi, Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, dan lainnya.
Buku biografi ini ditulis oleh wartawan senior Ninok Leksono, berisi 43 narasumber yang memberikan penuturan sosok Menhub di mata mereka.
Buku ini juga menceritakan kisah hidup BKS-sapaan akrab Budi Karya dari masa kecil, remaja, dewasa sampai menjadi menteri seperti sekarang ini.
Baca juga : Bamsoet Luncurkan 5 Buku Terbaru di Hari Ulang Tahun ke-62
Menhub mengaku sebenarnya tak ingin kisah hidupnya dibukukan. Eks Direktur Utama Angkasa Pura ll ini mengatakan, memang beberapa pihak banyak yang telah menawarkan pembuatan buku. Namun belum diterima karena dirinya merasa tidak pantas memiliki buku biografi sendiri, sehingga istri dan anaknya terus mendorongnya.
"Saya belum sreg. Saya merasa perjalanan hidup saya belum cukup berwarna untuk ditulis. Begitu juga apa yang sudah saya kerjakan sebagai Menhub. Tapi, istri Endang Sri Hariatie yang kemudian memotivasi untuk menuliskan kisah perjalanan hidup saya, juga anak kami, Bambina Ayudia," kata Menhub.
Ia berharap, buku ini dapat membuka jendela dan menginspirasi pembaca terkait tantangan membangun transportasi, konektivitas, serta visi untuk menjawabnya.
"Saya harap pengalaman yang kami tulis ini bermanfaat bagi generasi penerus guna membangun dunia transportasi Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Luhut memiliki banyak kenangan dengan Menhub. Mulai dari menyelesaikan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung, Flight Information Region (FIR) Indonesia dan Singapura yang 63 tahun terbengkalai tapi bisa diselesaikan saat ini dalam waktu 1,5 tahun, tol laut hingga digitalisasi 253 pelabuhan.
Baca juga : UGM Luncurkan Pesawat Nirawak, Kemampuan Terbang 6 Jam Nonstop
"Banyak orang pesimis melihat itu. Tapi dengan team work yang bagus Pak Budi Karya kita selesaikan juga. Semua team work yang bekerja," kata Luhut.
Luhut menekankan pentingnya kerja tim dalam menghadapi tantangan-tantangan besar. Menurutnya, tidak ada satu orang pun yang bisa menyelesaikan semua masalah sendirian, melainkan butuh kolaborasi dengan berbagai pihak.
Luhut juga yang menjadi sosok penting pada saat BKS terkena Covid-19. Ia bercerita soal ketulusan BKS dalam bekerja walaupun sedang positif Covid-19.
Saat itu, dirinya yang memaksa Menhub untuk segera masuk rumah sakit. "Saya bilang, 'Bud, kau ke dokter, pergi kau ke RSPAD, kau tidak usah kerja lagi, cukup itu'. Beliau sakit waktu itu kena Covid-19," tutur Luhut.
Luhut sampai harus memastikan para dokter yang merawat Menhub bisa menyembuhkannya. Pada saat itu Luhut mengaku khawatir dengan kondisi Menhub.
Baca juga : Transisi Energi Jadi Kunci Menuju Net Zero Emission
Untuk itu, dirinya terus memonitor kondisi Menhub yang para dokter pun masih awam dengan virus Covid-19 ini.
"Dokter RSPAD saat itu mengatakan keadaan Pak Budi kritis. Saya bilang ke dokter, 'Kau lihat betul-betul itu hopengku'. Pokoknya cari obatnya harus selamat kawan itu," ungkapnya.
Setelah beberapa minggu, Luhut mendapat kabar kalau BKS sudah membaik dan lewat dari masa kritisnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya