Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bos FPCI Dino Patti Djalal
Badan Nasional Diaspora Indonesia Bisa Bantu Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Sabtu, 19 Oktober 2024 08:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Founder & Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menitip satu aspirasi serius kepada Presiden Terpilih Prabowo Subianto, jelang pelantikan tanggal 20 Oktober 2024. Dino ingin, Prabowo membentuk Badan Nasional Diaspora Indonesia. Dengan berbagai latar belakang, Dino meyakini, Badan Nasional Diaspora Indonesia dapat membantu mewujudkan cita-cita Prabowo: mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Sekadar catatan, diaspora Indonesia adalah suatu komunitas besar Indonesia di seluruh dunia yang padat modal, padat karya, padat jaringan, dan padat nasionalisme.
"Diaspora itu luar biasanya potensinya. Kita lihat saja, bagaimana Timnas Garuda kita menjadi sangat unggul dan kompetitif setelah mengikutsertakan diaspora Indonesia. Sekitar 14 dari pemain inti Timnas Garuda adalah pemain diaspora Indonesia," papar Dino.
Bukan saja untuk sepak bola, Dino menilai diaspora Indonesia juga bisa menjadi game changer untuk kemajuan bidang-bidang yang lain.
Baca juga : Indef Bilang Makan Bergizi Gratis Bisa Tingkatkan Perekonomian
Dia pun mencontohkan almarhum Sehat Sutardja, yang merupakan inovator diaspora Indonesia yang berbasis di Las Vegas, yang hak paten-nya melebihi total hak paten milik seluruh bangsa Indonesia.
Menurut Dino, saat ini banyak potensi diaspora Indonesia yang tidak terkelola dengan baik. Terutama, bila dibandingkan dengan dunia sepak bola.
"Cukup banyak diaspora yang memenuhi panggilan untuk pulang kampung, tapi menjadi kecewa karena tidak ada yang mengurus begitu mereka tiba di Tanah Air. Padahal, mereka sudah mengorbankan kehidupan yang mapan di luar negeri," beber Dino.
Dalam politik Indonesia, lanjutnya, perwakilan diaspora ditampung di Dapil II DKI. Namun dalam kenyataannya, hanya sedikit sekali anggota DPR yang menyapa atau peduli dengan aspirasi diaspora. Beberapa dari mereka juga tidak memposisikan diri sebagai perwakilan diaspora.
Baca juga : Menko Polhukam: Nasib Bangsa Indonesia Ditentukan Peran Mahasiswa
Dalam pemerintahan, urusan diaspora ditangani oleh satu staf khusus di Kementerian Luar Negeri. Satu orang diplomat saja, kata Dino, sehebat apa pun dia, tidak akan mungkin mengurus 6 juta diaspora Indonesia yang sangat kompleks dan beragam profilnya di berbagai negara.
"Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang mengurus pekerja migran Indonesia hanya mengurus sekitar sepertiga atau seperempat dari jumlah diaspora Indonesia di luar negeri. Sementara komponen diaspora lainnya seperti investor, inovator, dan budayawan, edukator, dan lain sebagainya praktis tidak ada yang mengurus. Karena itulah kami mengusulkan, pembentukan suatu badan nasional yang bisa menaungi semua komponen diaspora Indonesia. Bukan hanya sebagian," terang Dino.
"Dengan begitu, komponen pekerja migran tetap dapat terurus dengan baik, dan non pekerja migran juga dapat terkelola dengan komprehensif," tandasnya.
Agar efektif, Dino menyarankan Badan Nasional Diaspora Indonesia tak hanya memiliki unit yang mengurus pekerja migran, tetapi juga mempunya unit-unit lain yang mengurus berbagai aspek kehidupan diaspora. Misalnya, yang menangani potensi-potensi pendidikan dan kepemudaan, teknologi dan inovasi, budaya dan ekonomi kreatif, filantrofi, permodalan, perdagangan dan UMKM, olahraga, serta kuliner. Dengan model seperti itu, Dino yakin, semua potensi diaspora dapat digalang dengan baik untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Baca juga : Sektor Pariwisata Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi Di Era Prabowo-Gibran
"Badan ini tentunya harus didukung dengan anggaran yang memadai. Strukturnya juga harus diisi dengan kombinasi pegawai negeri Indonesia dan staf yang berasal dari diaspora. Karena ASN saja belum tentu paham seluk-beluk diaspora Indonesia. Apalagi, jika mereka belum pernah tinggal atau bekerja di luar negeri," urai Dino.
"Demikian usulan kami, mudah-mudahan bisa didengar. Karena Bapak Prabowo dulu cukup lama menjadi diaspora Indonesia, baik sewaktu remaja, juga dewasa. Insya Allah, pembentukan Badan Nasional Diaspora Indonesia ini bisa menjadi faktor pendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi 8 persen yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya