Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sektor Pariwisata Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi Di Era Prabowo-Gibran
Senin, 14 Oktober 2024 14:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pakar Strategi Pariwisata Nasional Taufan Rahmadi optimis menggeliatnya sektor pariwisata setelah terpukul masa pandemi akan mendorong tumbuhnya ekonomi di Indonesia pada masa Prabowo-Gibran.
Mengutip Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF), Taufan mencatat, pada 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5% dan naik menjadi 5,1% pada tahun 2025.
Proyeksi ini, menunjukkan optimisme atas pemulihan ekonomi nasional yang akan didorong oleh berbagai sektor, termasuk konsumsi domestik, ekspor, dan sektor pariwisata.
Menurutnya, kembalinya arus wisatawan internasional dan semakin tingginya kunjungan wisata domestik telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah.
"Sektor pariwisata tidak hanya berkontribusi langsung melalui belanja wisatawan, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor terkait seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga industri kreatif," kata Taufan yang juga tim Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran bidang penyusunan dan kebijakan strategis di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif ini.
Baca juga : Mahfud Siap Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran
Namun, ada tantangan sektor pariwisata bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satunya soal infrastruktur pariwisata yang perlu terus dikembangkan, promosi destinasi wisata yang berkelanjutan, serta kesiapan sumber daya manusia untuk mengimbangi standar pelayanan internasional.
"Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming perlu mengimplementasikan strategi yang tepat untuk memastikan sektor pariwisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional," jelas Lelaki yang sukses membawa Lombok meraih penghargaan internasional sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia di ajang World Halal Travel Award 2015 di Abu Dhabi.
Dijelaskan Taufan, berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur yang menunjang konektivitas destinasi wisata utama di Indonesia sangat penting.
Pembangunan bandara baru, peningkatan jaringan transportasi darat, dan fasilitas pelabuhan yang lebih baik akan mempermudah akses wisatawan menuju destinasi-destinasi unggulan.
"Selain itu, pemerintah harus memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak hanya mengejar kuantitas wisatawan, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan destinasi yang berbasis komunitas serta promosi ekowisata perlu diprioritaskan," jelasnya.
Baca juga : SBY dan JK Siap Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran
Penguatan promosi dan digitalisasi diterangkan Taufan juga sangat penting. Penggunaan platform digital untuk mempromosikan destinasi, kemudahan dalam pemesanan tiket, dan penggunaan data untuk menganalisis tren wisatawan akan menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.
Hal lain yang harus menjadi perhatian adalah terkait pelatihan dan pengembangan SDM Pariwisata. "Pemerintah bisa berkolaborasi dengan institusi pendidikan dan sektor swasta untuk memberikan pelatihan intensif di bidang hospitality, manajemen pariwisata, hingga keterampilan digital bagi pekerja sektor pariwisata," katanya.
Sementara diversifikasi destinasi dan produk wisata juga menjadi sangat penting. Indonesia, diterangkan Taufan, memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang bisa menjadi daya tarik utama.
Pemerintah juga harus mendorong pengembangan destinasi baru di luar Bali, seperti Labuan Bajo, Likupang, Danau Toba, Borobudur, Mandalika hingga Kawasan Timur Indonesia.
"Selain itu, promosi wisata berbasis pengalaman, seperti wisata kuliner, budaya, dan petualangan, dapat menjadi alternatif yang menarik bagi wisatawan mancanegara," tegasnya.
Baca juga : Hormati Pilihan Rakyat, Ganjar-Mahfud Akan Hadiri Pelantikan Prabowo-Gibran
Optimisme pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dalam dua tahun mendatang memberikan kesempatan besar bagi sektor pariwisata untuk kembali menunjukkan potensinya.
Dengan strategi yang tepat, tidak hanya target pertumbuhan ekonomi yang akan tercapai, tetapi juga pemulihan yang menyeluruh dan berkelanjutan bagi sektor pariwisata Indonesia.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, pariwisata bisa menjadi lokomotif perekonomian di era Prabowo-Gibran," tutup Taufan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya