Dark/Light Mode

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard Untuk Siswa

Sabtu, 21 Desember 2024 11:46 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Saiful Abdi mencoba fasilitas smartboard di SMP 5 Srabat, Kabupaten Langkat, dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2024). Foto: Istimewa
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Saiful Abdi mencoba fasilitas smartboard di SMP 5 Srabat, Kabupaten Langkat, dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Muhammad Faisal Hasrimy berupaya merealisasikan peningkatan mutu pendidikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di bawah komando Faisal, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut), tengah melaksanakan program digitalisasi pendidikan melalui project smartboard.

"Harapan kami, anak-anak didik nantinya sudah siap menghadapi era digitalisasi menjadi generasi emas di tahun 2045," kata Faisal saat meninjau fasilitas smartboard di SMP 5 Srabat, Kabupaten Langkat, dalam keterangannya, Sabtu (21/12/2024).

Faisal mengungkapkan, saat ini pihaknya secara bertahap menyiapkan pengadaan smartboard. Pun, pihaknya juga membekali para guru dengan pelatihan-pelatihan pemanfaatan teknologi digital tersebut.

Harapannya, teknologi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik dan masyarakat. Diamininya, karena keterbatasan anggaran, Pemerintahan Daerah setempat belum bisa memenuhi pengadaan Smartboard secara keseluruhan di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Langkat.

“Tapi alhamdulillah sesuai amanah dari Bapak Presiden, harus menciptakan sekolah-sekolah unggulan. Jadi kita ciptakan sekolah-sekolah yang unggul sebagai pilot project, untuk percontohan," ungkapnya.

Sampai saat ini, tambah Faisal, setiap wilayah sudah didistribusikan perangkat smartboard tersebut.

Baca juga : Sistem Meritokrasi Jadi Landasan Tata Kelola

"Sudah mewakili, wilayah aru, wilayah hulu dan wilayah hilir. Jadi semua sudah ada keterwakilan dari sekolah-sekolah unggul yang ada di Kabupaten langkat," katanya.

Dirincikannya, sekolah yang mendapatkan dukungan smartboard ini sementara untuk tingkat SD dan SMP.

"Ada 84 sekolah SD dan 68 sekolah SMP. Kalau jumlah siswa penerima manfaatnya ada 91.437 Siswa SD dan 35.685 siswa SMP," ungkapnya.

Menindaklanjuti program ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Saiful Abdi mengungkapkan dunia memasuki abad society 5.0, dengan ciri-ciri teknologi digital yang berkembang pesat.

"Teknologi digital sudah masuk ke semua sendi kehidupan. Termasuk di dunia pendidikan," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Abdi, tidak boleh ada lagi guru yang gagap teknologi. Para guru di Kabupaten Langkat harus bisa mengoperasionalkan seluruh sistem pembelajaran teknologi IT sebagai bagian tak terpisahkan dari program smart teacher.

"Langkah untuk merealisasikannya (smart teacher), guru-guru di Kabupaten Langkat kami berikan pelatihan dan pengetahuan tentang digitalisasi dan teknologi IT. Jadi saat smartboard kita hadirkan, para guru sudah menguasai dan memahami pemanfaatannya," imbuhnya.

Baca juga : Anggaran Stunting Jangan Habis Untuk Studi Banding

Saat ini, tambah Abdi, sistem pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sudah bukan masanya. "Ceramahnya hanya 15 menit, sisanya melalui perangkat teknologi IT, termasuk penggunaan smart Board ini," katanya.

Dijelaskannya, dalam smartboard tersebut sudah mencakup seluruh mata pelajaran dan bisa dihubungkan dengan smartphone setiap peserta didik.

"Gadget siswa tentunya bisa mendownload smartboard dan materi yang didapat dari smartboard dapat dibawa ketumah untuk pematangan pengetahuan," terangnya.

Smartboard ini, juga bisa mengoneksi antara guru dan siswa setiap waktu. "Guru juga dari sini bisa mengawasi gadget siswa, baik itu di sekolah maupun di luar pekarangan sekolah," katanya.

Sontak, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Tuti Marmiati mengapreasiasi kebijakan penguatan pendidikan melalui teknologi IT. Awalnya, Tuti meragukan realisasi kebijakan ini karena daerahnya tempat mengabdi jauh dari pusat kota.

"Jelas awalnya kami terkejut. Sekolah kami di pinggiran laut gitu tetapi dinas pendidikan tetap perhatian. Mereka berikan fasilitas smartboad itu," kata Tuti.

Tuti mengamini, selain diberikan smartboard, pihaknya juga diberikan pembekalan tentang pemanfaatan teknologinya selama sepekan. Pun, para siswa sangat gembira ketika mencoba mengoperasikan ini.

Baca juga : Berikan Dampak Signifikan, Program Tekad Siap Lanjutkan Kontribusi untuk Desa

"Saat kami ujicobakan di siswa sekolah, ternyata manfaatnya banyak sekali. salahsatunya ada perpustakaan digital. Dengan adanya smartboard kami menjadi memiliki berbagai jenis buku digital, termasuk juga buku-buku yang sesuai dengan umurnya untuk meningkatkan literasi numerasi di sekolah kami," terangnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto di acara peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta, 28 November 2024 lalu menegaskan komitmennya pada dunia pendidikan. Di antaranya, dengan penyediaan smartboard.

"Dalam waktu yang tidak lama lagi, saya akan menempatkan televisi besar (smartboard) yang cukup canggih di setiap sekolah di seluruh Indonesia. Dari layar televisi-televisi ini, kita akan siarkan pelajaran-pelajaran, semua ilmu yang diperlukan," ujar Prabowo.

Prabowo menggaransi, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 triliun pada 2025 untuk merehabilitasi 10.440 sekolah negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.