Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bantu Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Perkuat Ekosistem Halal Dari Hulu Hingga Hilir
Rabu, 15 Januari 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Direktur International Program of Islamic and Economic Finance (IPIEF) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dimas Bagus Wiranatakusuma mengatakan, usaha merebut pasar halal luar negeri, harusnya bisa dilakukan dengan mudah. Sebab, Indonesia telah memiliki instrumen dan aturan yang berpihak pada industri halal dalam negeri.
Salah satunya, lanjut dia, hadirnya lembaga yang mengatur dan mengawasi regulasi dan sertifikasi halal.
“Tapi, ekosistem halal perlu ditunjang dengan pemahaman secara masif di tengah masyarakat. Jadi, berujung kepada terciptanya industri halal yang tidak selalu berupa makanan, tapi juga industri pakaian, farmasi, hingga pariwisata,” tuturnya
Baca juga : Hakim MK Ngaku Terharu
Perbincangan tentang sertifikasi dan produk halal juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.
“Menurut gue, sertifikasi halal penting. Sebab, setelah negara memberikan sertifikasi halal, orang luar negeri pasti merasa yakin bahwa produk dari Indonesia itu halal. Imbasnya ekspor naik, dan devisa juga naik,” tulis akun @jejakalbu62.
“Jangankan bule alias orang luar negeri, orang kita juga cari logo halal, saat ingin membeli sesuatu. Mayoritas muslim disini, pada dag dig dug kalau beli produk yang nggak ada logo halalnya,” timpal akun @chilucuu.
Baca juga : DPD Siap Kawal 4 Produk Legislasi Terkait Daerah
Akun @Rizkysa_0203 mengaitkan sertifikasi halal dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
“Kalau mau pertumbuhan sampai 8 persen, caranya gampang. Berhenti ngutang ke luar negeri. Sebab, utang luar negeri membebani APBN, dan membuat anggaran untuk mendorong ekonomi tidak berjalan maksimal,” cuitnya.
“Menurut gue, fokus kita jangan selalu pada angka-angka pertumbuhan ekonomi saja. Kita juga harus melihat dampak pertumbuhan itu terhadap pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terus, Pemerintah juga perlu fokus pada tingkat inflasi nasional, agar masyarakat bawah tidak semakin terbebani,” usul akun @7828e0998. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya