Dark/Light Mode

Video Dugem Dan Pesta Miras Di Dalam Rutan Viral

Usut Semua Yang Terlibat!

Senin, 21 April 2025 07:25 WIB
Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya. (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya. (Foto: Dok. Pribadi)

 Sebelumnya 
Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa para petugas, utamanya yang bekerja saat insiden terjadi.

Bastian menambahkan, video viral yang beredar di tengah masyarakat itu, diduga direkam melalui handphone. Dia menegaskan, barang tersebut (hand­phone) juga menjadi hal yang dilarang digunakan di dalam rutan.

“Sebab itu, kami menduga ada keterlibatan petugas. Kami akan menjalankan saksi sesuai aturan yang ada dan berlaku, bila menemukan adanya petugas yang terlibat dalam insiden tersebut,” tegasnya.

Baca juga : 7 Ribu Truk Per Hari Padati Tanjung Priok

Sekadar informasi, dari video viral yang beredar luas di masyarakat, sejumlah orang yang di­duga tahanan atau napi, nampak melakukan aktivitas dugem di dalam ruang tahanan di Rutan Sialang Bungkuk.

Dalam video itu terlihat, se­jumlah orang asyik berjoget diiringi musik DJ yang disetel cukup keras. Ada yang berjoget sambil berdiri, ada pula yang duduk, sembari menggeleng-gelengkan kepala.

Di depan mereka ada pula beberapa botol minuman keras. Selain itu, ada sebuah botol bekas yang dipasang sedotan warna putih, mirip bong atau alat hisap sabu-sabu.

Baca juga : Horor Macet di Priok: Ambulans Tidak Bisa Gerak, Sopir Truk Jengkel & Lelah

Viralnya kasus dugem para napi di dalam lapas juga menjadi perbincangan netizen di media sosial X. Mereka mendorong ka­sus tersebut diusut secara tuntas dan diproses hukum.

“Kiraiin cuma cerita, ternyata benar-benar ada. Bagaimana napi mau tobat, atau siap kembali ke masyarakat, kalau di sel saja masih bisa dugem, mabuk-mabukan, sampai konsumsi nar­koba,” tulis akun @priwilisunu.

“Kalau nggak ada petugas yang kena sanksi, patut diduga ada sesuatu,” timpal akun @83499287_.

Baca juga : Sejumlah Menteri Menghadap Jokowi, Kata Muzani, Prabowo Nggak Terganggu Kok

“Orang waras pasti paham, musik sekencang itu pasti kedengaran sampai ke luar atau pos jaga. Kalau ada petugas yang ngaku tidak tahu-menahu saat kejadian, itu omong kosong,” tegas akun @nohomfaan1987.

“Sudah saatnya kita membenahi masalah rutan yang over kapasitas hingga terlalu bebas. Jadikan rutan atau lapan sebagai tempat napi tobat, agar menjadi orang yang lebih baik saat mereka keluar,” ujar akun @gigisugigit. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.