Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
36 Ribu Kasus Kanker Serviks Baru Terdeteksi Setiap Tahun, 70 Persen Sudah Parah
Kamis, 24 April 2025 14:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia.
Saat ini, kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua di Indonesia. Setiap tahun, terdapat lebih dari 36 ribu kasus baru yang terdeteksi. Ironisnya, sekitar 70 persen dari kasus tersebut, baru diketahui pada stadium lanjut. Hal ini meningkatkan risiko kematian secara signifikan.
"Rendahnya angka deteksi dini adalah salah satu penyebab utama tingginya kematian akibat kanker serviks," kata Wamenkes dalam dalam diskusi bertajuk “Reafirmasi Komitmen Eliminasi Kanker Serviks”.
Baca juga : Rekam Mahasiswi Mandi, Dokter PPDS UI Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Untuk itu, pemerintah menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai prioritas, melalui program vaksinasi HPV dan pemeriksaan skrining secara berkala.
Sebagai wujud keseriusan, Kementerian Kesehatan telah menyusun Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks, dengan menetapkan tiga pilar utama. Pertama, menargetkan anak perempuan dan laki-laki usia 15 tahun memperoleh vaksinasi HPV. Kedua, merekomendasikan perempuan usia 39 tahun untuk menjalani skrining HPV DNA. Ketiga, merekomendasikan perempuan dengan kanker serviks invasif untuk mendapatkan penatalaksanaan yang sesuai standar medis.
“Jika ketiga pilar ini dijalankan secara komprehensif dan terkoordinasi, saya optimis kita dapat menurunkan angka kematian dan mencapai eliminasi kanker serviks di seluruh Indonesia,” ujar Wamenkes.
Baca juga : Petualangan Seru Bersama Taro Di Posko Mudik Lebaran
Mulai tahun 2025, layanan skrining HPV DNA akan diintegrasikan dalam program pemeriksaan kesehatan gratis. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan deteksi dini dan mencegah berkembangnya penyakit ke stadium lanjut.
Upaya ini dihadapkan pada tantangan geografis yang kompleks, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan yang belum memiliki akses layanan kesehatan memadai.
Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan akan membangun laboratorium pendukung di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Laboratorium ini akan mempercepat diagnosis kanker serviks, terutama di fasilitas kesehatan yang belum memiliki sarana memadai.
Baca juga : Permudah Akses Belajar Bagi Setiap Anak Diperlukan Komitmen Semua Pihak
Evaluasi menyeluruh di tingkat Puskesmas juga akan dilakukan, agar pemeriksaan kanker serviks dapat menjadi layanan rutin yang efektif, mudah diakses, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya