Dark/Light Mode

Soal Gerakan Aceh, Maluku Dan Papua Merdeka Di Forum PBB

Pemerintah Indonesia Diminta Bertindak Tegas

Sabtu, 26 April 2025 07:25 WIB
Juru Bicara Kemlu Rolliansyah Soemirat. (Foto: Dok. Kemlu)
Juru Bicara Kemlu Rolliansyah Soemirat. (Foto: Dok. Kemlu)

 Sebelumnya 
“Kami atas nama DPR dan atas nama Bangsa Indonesia, mengutuk keras gerakan tersebut,” ujar Soleh dalam keterangan resminya, Jumat (25/4/2025).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat XI ini menjelaskan, selama ini para pelaku tinggal di luar negeri (LN) dan aktif menyuarakan kemerdekaan di forum-forum internasional.

Menurutnya, meski mereka hanya kelompok kecil, tapi aktif menyerukan kemerdekaan.

Baca juga : Masih Perbaikan Di Bengkel, Belum Diboyong Ke Jakarta

“Selain berusaha aktif menyuarakan kemerdekaan di forum internasional, mereka gencar bersuara di media sosial,” imbuhnya.

Soleh menambahkan, gerakan kemerdekaan itu harus dilawan karena mereka berusaha mengusik kedaulatan dan persatuan Indonesia.

“Indonesia menilai tindakan tersebut sebagai penyalahgunaan forum internasional untuk menyebarkan propaganda yang mengancam keutuhan negara. Laporan resmi telah dilayangkan kepada pihak PBB,” tandasnya.

Baca juga : Bacagub Aceh Bustami Masuk Radar Golkar

Upaya Pemerintah menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI juga ramai disuarakan netizen di media sosial X.

Akun @himawansugeha95 mengimbau semua pihak waspada atas upaya propaganda tersebut.

“Kita terlalu sibuk dengan hal-hal receh di dalam negeri, sibuk dengan validasi, sibuk selebrasi dan gimmick, sehingga lengah bahwa ada 3 perwakilan Provinsi NKRI; Aceh, Maluku, dan Papua yang menerobos hadir sidang PBB,” tulisnya.

Baca juga : Pelamar Harusnya Datang Ke Kecamatan Dan Kelurahan

“Dear Pak @prabowo. Mohon diperhatikan lagi karena ada daerah di Indonesia ingin lepas dari NKRI. Dalam video ini bukti usaha mereka di LN begitu gencar. Untung UN Police berhasil mencegah provokasi mereka,” ujar akun @AntoniusCDN.

Akun @BILEYG3 menyarankan, para pelaku aksi ini ditangkap.

“Aksi nggak guna, nembak kaki sendiri. Nama udah tau, telusuri data diri, pulang ditangkap, telusuri ‘circle’ yang punya ide itu siapa aja,” usulnya. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.