Dark/Light Mode

Lindungi Generasi Muda Dari Nikotin Dan Zat Adiktif Lainnya

Rokok Biasa Dan Elektrik Bahayakan Kesehatan

Kamis, 8 Mei 2025 07:25 WIB
Penjual rokok di agen Kawasan Gandul, Depok. (Foto: Khairizal Anwar/RM.ID)
Penjual rokok di agen Kawasan Gandul, Depok. (Foto: Khairizal Anwar/RM.ID)

 Sebelumnya 
“Fokus utama kami, tetap pada pencegahan dan penghentian penggunaan semua produk tembakau. Bukan substitusi antar-produk yang tetap mengandung risiko, seperti pendekatan pengurangan risiko,” ujarnya.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Eni Maryani menyoroti narasi yang dibangun oleh sejumlah pihak, yang mengklaim adanya manfaat kesehatan dari produk rokok elektronik.

Dia menegaskan, klaim itu tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dari berbagai sumber.

Baca juga : DKPP Terima 16 Pengaduan Dugaan Pelanggaran Etik

“Klaim-klaim semacam ini sangat berbahaya. Sebab, dapat mengaburkan persepsi publik tentang rokok elektronik. Padahal, bukti-bukti ilmiah yang independen menunjukkan, rokok elektronik tetap membawa risiko serius terhadap kesehatan,” keluhnya.

Eni menekankan, kesimpulan terburu-buru atau strategi komunikasi yang bertujuan membohongi publik, sangat berbahaya, terlebih menyangkut masalah kesehatan.

“Ini harus dihentikan. Klaim sepihak dan kebohongan yang disebarluaskan, akan mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga : Industri Fintech Tepis Terapkan Kartel Bunga

Masifnya penggunaan rokok elektik juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X. Mereka menilai, dampak rokok elektrik tidak jauh berbeda dengan rokok konvensional. Namun larangan merokok di tempat umum kerap dikecualikan terhadap para penikmat rokok elektrik.

“Rokok biasa maupun elektrik, dampaknya sama saja. Bahkan, itu nggak hanya ke diri sendiri. Dampaknya kena ke orang-orang di sekitar, yang nggak ngerokok,” cuit akun @Lovely_puterie.

“Rokok biasa atau rokok elektrik, dampak negatifnya nggak ke dia doang. Paling dekat, pas dia sakit, ngerepotin keluarganya,” timpal akun @lumbdumber.

Baca juga : Luhut: Saatnya Kerja Nyata, Bukan Saling Menyalahkan

Akun @Irakhansa mengeluhkan banyaknya pihak yang menganggap rokok elektrik bukan rokok. Jadi, mereka bisa santai merokok di tempat-tempat yang dilarang merokok.

“Di kantor, atasan gue kurang tegas. Sudah jelas ada larangan merokok, tapi masih banyak yang nge-vape atau ngisep rokok elektrik. Dalam ruangan kantor loh. Woy, asapnya mengganggu, dan ruangan jadi bau,” tegasnya. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.