Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal (LMI) bertemu Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Kemenko IPK, di Jakarta, Kamis (15/5/2025). Pertemuan ini, membahas sejumlah pembangunan strategis di NTB.
"Di antara yang saya bahas dengan Pak Menteri, jalan port to port yang paling efisien untuk memperlancar arus penumpang dan logistik," kata Iqbal.
Iqbal menjelaskan, jalan port to port ini dibutuhkan untuk pengembangan kawasan. Pasalnya, akses jalur transportasi menjadi salah satu yang kerap dikeluhkan.
Baca juga : Prabowo Ajak Negara Islam Ciptakan Perdamaian Dunia
"Perlu ada jalur alternatif yang kemudian membuat arus logistik dan penumpang lebih cepat dan murah," terangnya.
Kemudian, katanya, di pertemuan itu juga membahas rencana pengembangan jalur logistik laut yang lebih murah. Yaitu, jalur laut ini berbasis barge-container atau bulk.
"Saat kami di NTB akan mulai kajian bersama Istitut Sepuluh November Surabaya," ungkapnya.
Baca juga : Gubernur Jabar Sampaikan Duka Cita Atas Ledakan Di Garut
Lebih lanjut, dia juga menyampaikan kepada Menko AHY untuk mengupayakan masuknya NTB dalam daftar daerah yang mendapatkan prioritas untuk pengolahan sampah menjadi energi di dalam Perpres 35 tahun 2018.
Di dalamnya, mengatur mengenai harga beli listrik PLN dan subsidi dari Pemerintah terkait tipping fee sampah.
"Sesuai dengan kewenangan beliau, kami minta dukungan. Karena saya tahu beliau memberikan perhatian khusus kepada NTB," tandas suami Sinta Agathia Soedjoko ini.
Baca juga : Menko AHY Resmikan 3 Gedung Baru IPDN
Gayung bersambut, Menko AHY menyambut positif pemikiran inovatif dari Gubernur NTB. Dia pun berjanji akan memberikan atensi khusus.
"Karena banyak persoalan di Indonesia yang butuh solusi yang out of the box, khususnya terkait dengan conektivitas dan arus logistik," katanya.
Diketahui, Perpres 35 tahun 2018 terkait daerah yang mendapat dukungan pusat dalam pengolahan sampah hanya ada 12 yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Manado.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya