Dark/Light Mode

Kalau Kasus Ijazah Berlanjut Ke Pengadilan

Jokowi: Saya Sedih, Kasian, Tapi Ini Sudah Keterlaluan...

Rabu, 21 Mei 2025 08:13 WIB
Jokowi usai dimintai keterangan Polisi terkait ijazah. (Foto: Antara)
Jokowi usai dimintai keterangan Polisi terkait ijazah. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Jokowi dimintai keterangan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) terkait laporan dugaan ijazah palsu.

Jokowi yang datang menaiki mobil Toyota Kijang Innova hitam itu, tiba Bareskrim sekitar pukul 09.43 WIB. Jokowi mengenakan batik cokelat, celana panjang hitam dan peci hitam. Kedatangannya langsung disambut tim pengacaranya.

Kemudian mantan Gubernur Jakarta itu bersama tim pengacara dan ajudannya langsung berjalan cepat ke arah lobi Bareskrim. Kedatangan Jokowi sudah ditunggu awak media.

"Selamat pagi," sapa Jokowi kepada awak media sembari tersenyum, lalu masuk ke dalam Gedung Bareskrim.

Jokowi langsung memasuki ruang pemeriksaan didampingi salah satu pengacaranya; Yakup Hasibuan. Sementara, tim hukum lainnya dan ajudannya menunggu di luar ruangan.

Baca juga : Laporkan 5 Penuding Kasus Ijazah Palsu ke Polisi, Jokowi Pakai Pasal Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Satu jam kemudian atau sekitar pukul 10.47 WIB, eks Wali Kota Solo itu keluar lobi Bareskrim. Saat keluar dari ruang penyidik, Jokowi terlihat membawa sebuah buku hitam berukuran A4 berlogo Universitas Gadjah Mada dengan nama Ir. Joko Widodo. 

Jokowi pun memberikan keterangan kepada awak media mengenai pemeriksaannya. Ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini mengaku dicecar 22 pertanyaan seputar skripsi, hingga aktivitasnya selama kuliah. 

"Ya sekitar ijazah, dari SD, SMP, SMA, sampai universitas. Juga yang berkaitan dengan skripsi dengan kegiatan saat mahasiswa, sekitar itu," jelasnya.

Jokowi menyebut kehadirannya sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum. Dia mengaku telah memberikan semua keterangan ke penyidik Bareskrim.

"Saya itu sebetulnya sedih. Karena apa? Kalau proses hukum mengenai ijazah ini maju lagi ke tahapan berikutnya. Saya kasihan, tapi ya ini kan sudah keterlaluan. Jadi kita tunggu proses hukum selanjutnya," kata Jokowi.

Baca juga : Jokowi: Lha, Yang Mulai Siapa?

Jokowi juga mengatakan, telah menerima kembali ijazahnya yang sebelumnya diserahkan kepada penyidik. "Ijazah ini nanti akan kami buka pada saat diminta oleh pengadilan, oleh hakim," tegas Jokowi.

Sekadar informasi, adik ipar Jokowi, Wahyudi Andrianto, bersama kuasa hukum dan ajudan pribadi Jokowi, Kompol Syarif Muhammad, telah menyerahkan ijazah Jokowi ke penyidik, pada Jumat (9/5/2025)

Sementara itu, Yakup Hasibuan membantah tudingan bahwa kliennya melakukan kriminalisasi terhadap laporan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya soal tudingan ijazah palsu. "Jadi kalau narasi-narasi kriminalisasi, itu sangat kita sayangkanlah. Juga tudingan ini setingan, bahwa pak Jokowi ingin menjatuhkan orang ke penjara, sangat tidak benar, menyesatkan," kata Yakup.

Ditegaskannya, Jokowi telah menahan diri selama dua tahun. Sayangnya, polemik tersebut tak kunjung usai. "Beliau diam, tidak ada sama sekali langkah diambil. Kita respons kembali melalui jalur hukum, pembuktian di pengadilan dan sebagainya," tegasnya.

Yakup mengaku belum menerima hasil uji laboratorium forensik ijazah Jokowi. Dia juga masih menunggu hasil resmi dan berharap diumumkan secara langsung oleh penyidik.

Baca juga : Jokowi: Saya Ngalah Terus, Tapi Ada Batasnya

"Logika saya, karena sudah dikembalikan, mungkin artinya sudah selesai pemeriksaan Puslabfornya. Kami harap segera mungkin pihak penyelidik bisa memberikan keterangan," tuturnya.

Di tempat yang sama, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Bareskrim akan melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut pekan ini. "Apa yang dihasilkan dalam proses penyelidikan ini akan disampaikan secara terbuka dan transparan," kata Trunoyudo, Selasa (20/5/2025).

Truno belum dapat memastikan kapan proses ini naik ke penyidikan dan pengadilan. Yang jelas, pihaknya hingga kini memang terus melakukan penyelidikan. Penyidik juga masih menunggu hasil data forensik. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.