Dark/Light Mode

Teken 12 Kerja Sama, Indonesia-China Seperti Saudara

Senin, 26 Mei 2025 08:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri China Li Qiang (kedua kiri) menyaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao (kiri) menandatangani beragam kerja sama di bidang perekonomian di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5/2025). (Foto: Instagram/prabowo)
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri China Li Qiang (kedua kiri) menyaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao (kiri) menandatangani beragam kerja sama di bidang perekonomian di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/5/2025). (Foto: Instagram/prabowo)

 Sebelumnya 
Mantan Menteri Pertahanan ini merasa terhormat menerima kunjungan PM Li dan delegasi di Istana Negara. Prabowo berkomitmen memperkuat hubungan dengan China untuk menciptakan kawasan yang aman dan sejahtera.

“Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan Tiongkok untuk bersama-sama kita menciptakan kawasan yang damai, yang aman untuk semua,” tutur Prabowo.

Di kesempatan sama, PM Li menyampaikan secara langsung pesan dan salam hangat dari Presiden Xi Jinping kepada Presiden Prabowo. “Pertama-tama, saya ingin menyampaikan salam hangat dan harapan terbaik dari Presiden Xi Jinping kepada Yang Mulia Presiden,” ujar Li.

Li juga mengingat kembali pertemuan Prabowo dengan Xi Jinping di China pada November 2024. Ia menegaskan bahwa dari pertemuan tersebut, kedua kepala negara telah mencapai kesepakatan penting mengenai pembangunan masa depan bersama yang berdampak luas.

Baca juga : Komunikasi Istana Kini Mulai Atraktif

“Kedua kepala negara kita mencapai konsensus penting tentang pembangunan komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama yang memiliki pengaruh regional dan global,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa kunjungan resminya ke Indonesia kali ini bertujuan untuk memperdalam hubungan bilateral dan menjajaki lebih banyak peluang kerja sama di berbagai sektor strategis. “Tujuan kunjungan saya kali ini adalah untuk membahas kerja sama dengan pihak Indonesia di berbagai bidang terkait,” ungkap Li Qiang.

Usai acara, Airlangga Hartarto menjelaskan salah satu poin utama yang dibahas dalam pertemuan Prabowo dan Li, yakni penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis. “MoU ini mencakup kerja sama di sektor digital, industri, serta memperpanjang inisiatif two countries twin park,” jelas Airlangga.

Mantan Ketum Partai Golkar itu mengatakan, inisiatif proyek twin park tersebut akan melibatkan tiga kawasan industri. Salah satunya, Batang di Jawa Tengah seluas 500 hektare (ha) yang akan dikembangkan menjadi “Shenzen” di Indonesia. Sementara dua lainnya yakni pengembangan kawasan industri di Bintan dan mitra kawasan di Provinsi Fujian, China.

Baca juga : Muhammad Tanziel Aziezi: Gaya Hedon Bisa Pengaruhi Putusan

Menko Perekonomian 2 periode itu menegaskan, kerja sama ini diharapkan membawa manfaat langsung bagi perekonomian Indonesia, terutama membuka lapangan kerja baru. “Tentu investasi akan masuk, dan juga ada komitmen memperkuat rantai pasok kedua negara,” akunya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, kedatangan PM Li dibarengi dengan sejumlah komitmen investasi baru di Indonesia, termasuk sektor perkeretaapian.

Komitmen tersebut tidak termasuk dari komitmen investasi 10 miliar dolar Amerika dari China saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing menemui Xi Jinping awal November 2024.

“(Komitmen) yang 10 miliar dolar AS itu, sudah berjalan. Kini sifatnya baru ada kesepakatan dengan dunia usaha, atau private sector, dan ada juga dengan BUMN, dan ini proyek baru,” beber Menteri Rosan, Sabtu (24/5/2025).

Baca juga : Soedeson Tandra: Hedon Hanya Gejala, Bukan Akar Masalah

Rosan mengelaborasi proyek baru yang akan dikerjasamakan dengan China kali ini menyangkut investasi untuk gerbong kereta api bersama BUMN dan badan usaha lainnya, lalu juga di bidang penghiliran mineral, termasuk baterai EV, hingga di sektor kimia.

“Tentunya kami dari Kementerian Investasi akan mengawal agar proyek berjalan baik dan sesuai harapan,” pungkas CEO Danantara itu.

Seperti diketahui, PM Li Qiang tiba di Tanah Air pada Sabtu (24/5) dan disambut langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.