Dark/Light Mode

Buntut Urusan Pokir, Bupati Dan Anggota DPRD Sidoarjo Tidak Harmonis

Kamis, 19 Juni 2025 07:20 WIB
Bupati Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) Subandi. (Foto: Dok. Pemkab Sidoarjo)
Bupati Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) Subandi. (Foto: Dok. Pemkab Sidoarjo)

 Sebelumnya 
Nasih memastikan, sejumlah anggota DPRD yang walk out saat Rapat Paripurna berlang­sung sebagai sikap politik pribadi masing-masing. Sehingga, kata dia, tidak ada hubungannya dengan sikap fraksi maupun partai.

“Keputusan politik sebagai representasi partai atau fraksi nanti bisa dilihat dalam pandangan akhir (PA) Fraksi DPRD yang diagendakan pada Rapar Paripurna selanjutnya,” tuturnya.

Ketua DPC PKB Sidoarjo itu menambahkan, dalam PA fraksi-fraksi akan membawa nama fraksi. “Sambil menunggu jadwal sidang dengan agenda PA itu, pasti ada lobi-lobi antar fraksi,” jelas dia.

Baca juga : Jatuhkan Vonis 16 Tahun Ke Zarof Ricar, Air Mata Hakim Menetes

Sementara, Juru Bicara (Jubir) Fraksi PDIP di DPRD Sidoarjo, Kusumo Adhi menegaskan, statemen Bupati Sidoarjo telahmencederai marwah lembaga Dewan. Dia menegaskan, persoalan dengan Bupati Subandi masih belum selesai.

“Soal bagaimana langkah Fraksi PDIP selanjutnya, tentu­nya masih menunggu instruksi dari pimpinan fraksi,” tegas Kusumo.

Berbeda, Ketua Fraksi Partai Golkar, Mohammad Nizar menegaskan, tidak ada persoalan dengan permintaan maaf yang dis­ampaikan Bupati Sidoarjo dalam Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo. Dia memastikan, masalah sudah selesai karena bupati sudah me­minta maaf.

Baca juga : Tak Lama Lagi, Sampah Bakal Jadi Harta Karun

“Fraksi Golkar solid. Semua anggota fraksi hadir dan mengi­kuti Rapat Paripurna sampai selesai,” ungkap Abdillah.

Sebelumnya, pada Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 pada Selasa (10/6/2025), se­banyak enam fraksi menuntut Bupati Sidoarjo, Subandi mem­inta maaf.

Bupati Subandi juga didesak melakukan klarifikasi atas uca­panya yang menyinggung ang­gota Dewan dengan menuding sebagian besar kegiatan DPRD hanya menghambur-hamburkan uang dan program pokok pikiran yang diajukan Dewan rawan korupsi.

Baca juga : PSG Vs Botafogo, Paris Lapar Trofi

Enam fraksi tersebut adalah, Partai Gerindra, PKB, PDIP, PAN, Nasdem-Demokrat dan Fraksi PKS-PPP. Hanya Fraksi Golkar yang tidak memper­masalahkan statemen Bupati Sidoarjo itu.

Jubir Fraksi PDIP di DPRD Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho menegaskan, demi menjaga kehormatan lembaga legislatif, Bupati Subandi harus menarik ucapannya dan menyampaikan per­mohonan maaf atas pernyataan yang telah beredar luas di media sosial tersebut.

“Pernyataan Bupati itu tidak hanya menyudutkan anggota Dewan, tetapi juga merusak se­mangat kolaboratif yang diban­gun dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah antara eksekutif dan legislatif,” tegas Kusuma. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.