Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Buntut Urusan Pokir, Bupati Dan Anggota DPRD Sidoarjo Tidak Harmonis
Kamis, 19 Juni 2025 07:20 WIB
Sebelumnya
Nasih memastikan, sejumlah anggota DPRD yang walk out saat Rapat Paripurna berlangsung sebagai sikap politik pribadi masing-masing. Sehingga, kata dia, tidak ada hubungannya dengan sikap fraksi maupun partai.
“Keputusan politik sebagai representasi partai atau fraksi nanti bisa dilihat dalam pandangan akhir (PA) Fraksi DPRD yang diagendakan pada Rapar Paripurna selanjutnya,” tuturnya.
Ketua DPC PKB Sidoarjo itu menambahkan, dalam PA fraksi-fraksi akan membawa nama fraksi. “Sambil menunggu jadwal sidang dengan agenda PA itu, pasti ada lobi-lobi antar fraksi,” jelas dia.
Baca juga : Jatuhkan Vonis 16 Tahun Ke Zarof Ricar, Air Mata Hakim Menetes
Sementara, Juru Bicara (Jubir) Fraksi PDIP di DPRD Sidoarjo, Kusumo Adhi menegaskan, statemen Bupati Sidoarjo telahmencederai marwah lembaga Dewan. Dia menegaskan, persoalan dengan Bupati Subandi masih belum selesai.
“Soal bagaimana langkah Fraksi PDIP selanjutnya, tentunya masih menunggu instruksi dari pimpinan fraksi,” tegas Kusumo.
Berbeda, Ketua Fraksi Partai Golkar, Mohammad Nizar menegaskan, tidak ada persoalan dengan permintaan maaf yang disampaikan Bupati Sidoarjo dalam Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo. Dia memastikan, masalah sudah selesai karena bupati sudah meminta maaf.
Baca juga : Tak Lama Lagi, Sampah Bakal Jadi Harta Karun
“Fraksi Golkar solid. Semua anggota fraksi hadir dan mengikuti Rapat Paripurna sampai selesai,” ungkap Abdillah.
Sebelumnya, pada Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 pada Selasa (10/6/2025), sebanyak enam fraksi menuntut Bupati Sidoarjo, Subandi meminta maaf.
Bupati Subandi juga didesak melakukan klarifikasi atas ucapanya yang menyinggung anggota Dewan dengan menuding sebagian besar kegiatan DPRD hanya menghambur-hamburkan uang dan program pokok pikiran yang diajukan Dewan rawan korupsi.
Baca juga : PSG Vs Botafogo, Paris Lapar Trofi
Enam fraksi tersebut adalah, Partai Gerindra, PKB, PDIP, PAN, Nasdem-Demokrat dan Fraksi PKS-PPP. Hanya Fraksi Golkar yang tidak mempermasalahkan statemen Bupati Sidoarjo itu.
Jubir Fraksi PDIP di DPRD Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho menegaskan, demi menjaga kehormatan lembaga legislatif, Bupati Subandi harus menarik ucapannya dan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang telah beredar luas di media sosial tersebut.
“Pernyataan Bupati itu tidak hanya menyudutkan anggota Dewan, tetapi juga merusak semangat kolaboratif yang dibangun dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah antara eksekutif dan legislatif,” tegas Kusuma. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya