Dark/Light Mode

Janji Menlu Kepada DPR, Nama Calon Dubes AS Diserahkan Pekan Ini

Selasa, 1 Juli 2025 07:55 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono (kiri) dan Wamenlu Arrmanatha Nasir (kanan) beserta jajaran saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025). (Foto: Tedy Octariwan Kroen/RM)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono (kiri) dan Wamenlu Arrmanatha Nasir (kanan) beserta jajaran saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi I DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025). (Foto: Tedy Octariwan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Pernyataan Menlu itu disambut pertanyaan dari sejumlah anggota Komisi I DPR. Terutama soal kekosongan kursi dubes di sejumlah negara. Mereka menyebut kekosongan pos dubes, khususnya untuk AS dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), sudah terlalu lama dan tidak bisa dibiarkan terus berlarut.

Salah satu sorotan datang dari Anggota Fraksi NasDem Amelia Anggraini. Dia menyebut dua pos tersebut sangat strategis dalam menjaga kepentingan Indonesia di forum internasional. Menurutnya, lambannya penempatan pejabat setingkat dubes berpotensi menghambat langkah diplomasi, khususnya saat dunia sedang berada dalam masa-masa genting.

“Kekosongan ini dapat berisiko melemahkan diplomasi strategis Indonesia di tengah perubahan geopolitik yang cepat,” kata Amelia.

Baca juga : Resmikan Kantor Baru Danantara, Prabowo Ditemani Gibran

Frederik Kalalembang dari Fraksi Demokrat juga angkat bicara. Dia mengibaratkan posisi dubes sebagai “presiden kecil” di luar negeri, yang harus disiapkan dengan cermat, bukan asal tunjuk.

“Masalah di luar negeri itu macam-macam. Apa-apa soal kedutaan, masyarakat selalu hubungi dubes. Kalau yang ditempatkan tidak kompeten, beban diplomatik jatuh ke Menlu dan staf di Jakarta,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono Suratto membeberkan fakta ada setidaknya 12 posisi duta besar Indonesia yang saat ini tidak terisi. Tak hanya di AS dan PBB, tapi juga di Jerman, Korea Utara, hingga Jenewa.

Baca juga : SBY & 35 Artis Indonesia Luncurkan Video Musik

Anton menegaskan, kekosongan jabatan tersebut bukan hanya berdampak pada citra luar negeri Indonesia, tetapi juga menghambat pelayanan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) serta penguatan kerja sama bilateral.

Diketahui, posisi Dubes RI untuk AS sendiri kosong sejak 2023, setelah Rosan Roeslani ditarik ke dalam Kabinet Prabowo untuk menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara.

Sedangkan posisi Dubes RI di PBB (New York) kosong sejak 2024 usai Arrmanatha Nasir dipromosikan menjadi Wamenlu. Begitu juga pos di Berlin, yang kini tak berpenghuni karena mantan Dubesnya, Arif Havas Oegroseno, mendapat promosi jabatan.

Baca juga : Kemenhut Evaluasi Total SOP Pendakian Gunung

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sempat mengungkap bahwa Pemerintah telah mengantongi nama-nama tokoh yang akan mengisi kursi Dubes RI untuk AS. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.