Dark/Light Mode

Di Mata Didiek J Rachbini

Kwik Kian Gie, Ekonom Kritis yang Tak Pernah Lelah Mengingatkan Bangsa

Selasa, 29 Juli 2025 09:55 WIB
Kwik Kian Gie. (Istimewa)
Kwik Kian Gie. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) yang juga Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya ekonom sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia (Menko Ekuin) periode 1999–2000, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2001–2004 Kwik Kian Gie.

Di mata Didik, Kwik adalah ekonom yang konsisten menyuarakan kebenaran dan memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan kebijakan ekonomi, baik pada masa Orde Baru maupun Reformasi.

"Kwik Kian Gie sangat vokal dan berpengaruh sebagai ekonom intelektual tahun 1980-an. Pada tahun 1980-an masih sedikit kelompok terpelajar, tapi Kwik sudah menyelesaikan pendidikannya di universitas ternama di dunia, yaitu Nederlandse Economische Hogeschool di Rotterdam (sekarang Erasmus University). Karena itu, pemikirannya dan terutama kritik di media massa sangat didengar dan berpengaruh," ujar Didiek, Senin (29/7/2025).

Didik menjelaskan, pada dekade 1990-an, saat banyak intelektual ekonomi dan politik justru berada dalam lingkaran kekuasaan Orde Baru, Kwik tetap konsisten berada di luar dan memainkan peran check and balances secara tidak formal terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi.

Baca juga : Karantina Jakarta Dikunjungi Asosiasi Eksportir Bawang Bombay Selandia Baru

"Lalu muncul Kelompok Ekonomi 30 yang rajin memberikan pemikiran dan kritik di media massa, seperti Kwik Kian Gie sendiri, Sjahrir, Rizal Ramli, Dorodjatun, Hendra Esmara, Nuriman Hasibuan, Rijanto, Didik Rachbini, dan banyak lagi (sebagian besar sudah wafat)," lanjutnya.

Menurut Didik, sebelum Reformasi, sudah banyak ekonom memberikan saran berbasis bukti akademik (evidence-based) dan teori, namun kelompok ekonom Orde Baru yang disebut Mafia Berkeley tetap dominan.

"Saran-saran kebijakan relatif tidak mempan. Kebijakan ekonomi Orde Baru di bawah kelompok yang disebut Mafia Berkeley dipuji-puji, sampai akhirnya tahun 1997 ambruk," ujarnya.

Kwik dinilai sebagai tokoh dengan pemikiran tajam, independen, dan kritis, bahkan setelah Reformasi. Ia sempat dipercaya menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada 1999–2000 di era Presiden Abdurrahman Wahid dan menjadi Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri pada 2001 di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Baca juga : BI DKI: Inflasi Jakarta Juni 2025 Naik 0,13 Persen, Ekonomi Ibu Kota Tumbuh Perlahan

"Kwik adalah salah satu ekonom dan tokoh publik Indonesia yang memiliki perjalanan karier dan pemikiran yang tajam, independen, serta kritis baik pada masa Orde Baru dan bahkan berlanjut pada masa Reformasi. Ia dikenal sebagai figur intelektual yang berani menyuarakan kebenaran, bahkan jika itu berarti harus berseberangan dengan kekuasaan," kata Didik.

Warisan pemikiran Kwik dinilai masih sangat relevan. Salah satu gagasan utamanya adalah pentingnya kedaulatan ekonomi dan kewaspadaan terhadap jebakan utang luar negeri.

"Ini yang selalu disuarakan: jangan tergantung kepada IMF dan utang, agar tidak disubordinasi secara politik oleh kekuatan asing dan barat," ucapnya.

Tak hanya itu, Kwik juga kerap mengkritik keras konglomerasi yang tak berpihak pada rakyat.

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, PVTPP Kebut Layanan Perizinan Dan Pengembangan Varietas

"Kritik terhadap oligarki ekonomi-politik dan sempat heboh dengan mengkritik konglomerat hitam yang tergantung kepada lisensi negara tetapi merugikan rakyat."

Menurut Didik, Kwik juga sangat menekankan peran strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Bagi Kwik, BUMN adalah separuh ekonomi bangsa dan instrumental. Karena itu, penting untuk menjaga BUMN dan aset strategis bangsa. Apa relevansinya dengan kondisi sekarang, Danantara tidak boleh gagal."

Kwik Kian Gie wafat pada usia 90 tahun, lahir 11 Januari 1935. Dan meninggal pada Senin malam, 28 Juli 2025 pukul 22.00 WIB. Kwik meninggalkan jejak pemikiran dan keberanian intelektual yang akan terus dikenang oleh bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.