Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kakorlantas Ajak Seluruh Elemen Bersinergi Tekan Jumlah Lakalantas
Rabu, 27 Agustus 2025 22:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengajak seluruh elemen bersinergi mengurangi angka kecelakaan.
Sebab, kata Kakorlantas Agus, kecelakaan lalu lintas (lakalantas) hingga kini masih menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kematian dan luka berat di Indonesia.
"Tidak jarang, setiap terjadi kecelakaan, masyarakat langsung menyalahkan aparat kepolisian. Padahal, upaya mengurangi angka kecelakaan bukan hanya tugas Polri, melainkan kerja bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan melalui Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUNK LLAJ)," kata Irjen Agus, dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
Baca juga : Ketum Sahrin: Tom Lembong Beri Energi Baru Ormas Gerakan Rakyat
Agus bilang, RUNK hadir dengan pendekatan terintegrasi melalui lima pilar utama yang menjadi kunci dalam menekan jumlah kecelakaan lalu lintas, sekaligus meningkatkan keselamatan di jalan raya.
"Keselamatan lalu lintas tidak bisa dikerjakan oleh satu institusi saja. Diperlukan sinergi antara Pemerintah, kepolisian, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil. Melalui manajemen keselamatan jalan, seluruh pihak duduk bersama menyusun strategi komprehensif, mulai dari perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi," ungkap Agus.
Banyak kecelakaan terjadi karena kondisi jalan yang kurang mendukung keselamatan. Pilar ini menekankan pentingnya perbaikan kualitas infrastruktur jalan, penyediaan rambu dan perlengkapan jalan, serta pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) untuk melindungi pelajar.
Baca juga : Rakornas BAZNAS 2025 Jadi Momentum Perkuat Peran Zakat Dan Asta Cita
"Teknologi kendaraan menjadi faktor penting dalam mencegah sekaligus meminimalkan dampak kecelakaan. Standar keselamatan kendaraan, baik aktif misalnya sistem rem ABS, sabuk pengaman maupun pasif seperti airbag, rangka pelindung, terus dikembangkan dan diwajibkan agar setiap kendaraan layak digunakan di jalan," nilainya.
Menurut Agus, faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan. Karena itu, penegakkan hukum lalu lintas, pendidikan keselamatan, dan kampanye kesadaran publik terus digalakkan. Masyarakat diharapkan semakin disiplin, patuh aturan dan mengutamakan keselamatan diri serta orang lain saat berkendara.
Ketika kecelakaan terjadi, tandasnya, kecepatan dan ketepatan penanganan sangat menentukan keselamatan korban.
Baca juga : Guardian Run 2025 Ajak Konsumen Bergerak Aktif dan Tampil Percaya Diri
"RUNK mendorong peningkatan respons darurat, penguatan sistem gawat darurat terpadu, hingga rehabilitasi jangka panjang bagi para penyintas atau mereka yang selamat dari kecelakaan," ucapnya.
Lebih lanjut, Irjen Agus menegaskan, implementasi 5 pilar RUNK ini adalah langkah nyata agar masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya kepolisian.
"Setiap pemangku kepentingan memiliki peran. Polisi memang berada di garda depan penegakan hukum, tetapi kualitas jalan, standar kendaraan, hingga layanan kesehatan darurat sama pentingnya. Mari kita bersama-sama membangun budaya tertib dan selamat di jalan," seru Irjen Agus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya