Dark/Light Mode

Reckitt Benckiser Siap Bantu Pemerintah Atasi Stunting

Sabtu, 15 Februari 2020 15:54 WIB
Reckitt Benckiser Siap Bantu Pemerintah Atasi Stunting

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan dan kebersihan PT Reckitt Benckiser (RB) menyatakan kesiapannya untuk terus membantu pemerintah dalam menanggulangi stunting.

Reckitt Benckiser melakukannya dengan banyak cara, antara lain melalui pendekatakan kesehatan kepada masyarakat. Perusahaan memberikan edukasi tentang cara dan manfaat menjaga kebersihan.

“Sejalan dengan misi global RB untuk membawa perbedaan dengan memberikan solusi inovatif, dan dengan kepercayaan yang diberikan kami siap membagikan praktik-praktik terbaik dalam tata kelola kesehatan lingkungan, dan sanitasi," ujar dr. Helena Wonohadi – Director CSR Project PT Reckitt Benckiser dikutip dari siaran persnya, Sabtu (15/2).

Perusahaan menilai stunting di Indonesia sebagai masalah yang serius. Pasalnya, stunting disebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional) 2020-2024.

Baca juga : Keprihatinan Menghantui Pemerintahan Jokowi

Dia juga mengungkapkan RB bersama Center of Public Health Innovation (CPHI) Faktultas Kedokteran Universitas Udayana telah melakukan kerjasama untuk aktif berpatisipasi dalam rencana kerja nasional terkait stunting.

Upaya penanggulangan stunting adalah agenda prioritas nasional, bahkan dalam RPJMN Tahun 2020-2024 dicanangkan target pencapaian 6,5 persen angka kemiskinan dan 14 persen angka prevalensi stunting hingga pengujung Tahun 2024.

Tahun 2019 angka prevalensi stunting nasional berada pada level 27,67 persen. Sebagai bagian dari pelaku usaha di Indonesia, PT Reckitt Benckiser (RB) Indonesia mengaku siap mendukung usaha pemerintah dalam menanggani stunting.

"Kami ingin mendukung pencapaian pemerintah pusat maupun daerah. RB Indonesia melalui produk-produk kesehatan dan kebersihan seperti sabun antiseptik/antibakteri sebagai komitmen untuk turut mewujudkan Indonesia Sehat melalui keluarga yang sehat dengan mendukung berbagai inisiatif bidang kesehatan dan sanitasi," kata Helena.

Baca juga : Baznas Microfinance Desa Siap Bantu Pengusaha Mikro

RB dan CPHI tahun lalu telah menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan RB, tentang Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Upaya Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk dapat menjalankan amanah yang diberikan Kemenkes, maka RB memutuskan untuk menjalin kemitraan strategis dengan CPHI yang juga memiliki misi yang sama dalam peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia.

“CPHI sebagai bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana menyambut positif kerjasama lintas pemangku kepentingan yang akan terlibat dalam project di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar ini. Kami percaya lewat kolaborasi masyarakat, desa adat, dan seluruh kader akan menjadikan upaya ini memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya desa Lebih kabupaten Gianyar”, ujar dr. Pande Januraga MKes, DrPH - Ketua CPHI Universitas Udayana.

Dari berbagai kajian dan data yang telah dipublikasikan pada Tahun 2019, diperkirakan tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar adalah 9-12 persen, jauh lebih baik dari publikasi RISKESDAS 2013. Desa Lebih sendiri telah berkomitmen mengalokasikan APBDES sebesar lebih dari 280 Juta untuk menanggulangi stunting yang terjadi di warganya.

Baca juga : Observasi Corona Kelar, Pemerintah Akan Pulangkan WNI Dari Natuna

Hal ini tentu perlu terus diperkuat dengan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk semakin mempercepat peningkatan kualitas kehidupan masyarakat khususnya di Desa Lebih.

“Ada kebanggaan desa Lebih terpilih menjadi lokasi project Keluarga Sehat Indonesia Kuat dari PT Reckitt Benckiser Indonesia. Kami berterima kasih, dan siap berkerjasama agar masyarakat bisa lebih baik”, tukas I Wayan Geria, Kepala Desa Lebih. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.