Dark/Light Mode

9 Orang Terpapar Radioaktif CS-137 Ditangani di RS Fatmawati, Kondisi Baik

Jumat, 3 Oktober 2025 16:04 WIB
Pen dose, alat pendeteksi paparan radioaktif. (Foto: Dwi Pambudo)
Pen dose, alat pendeteksi paparan radioaktif. (Foto: Dwi Pambudo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak sembilan orang positif hasil whole-body counter (WBC) dalam pemeriksaan paparan radioaktif CS-137 di Cikande, Serang, Banten. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, kesembilan orang itu sudah ditangani di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta. Mereka tidak bergejala dan dalam kondisi baik.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, pihaknya sudah bergerak cepat melakukan penanganan paparan CS-137 pada masyarakat di wilayah Cikande dan sekitarnya dalam radius 5 kilometer. Satgas Penanganan CS-137 melakukan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) kepada lebih dari 1.562 pekerja dan warga sekitar Kawasan Industri Cikande.

Dari pemeriksaan ini, terdapat 9 orang positif hasil WBC. “Mereka sudah ditangani RS Fatmawati Jakarta. Tidak bergejala dan dalam kondisi baik. Untuk perawatannya, diberikan obat prussian blue," kata Aji, kepada RM.id, Jumat (3/10/2025).

Baca juga : Alissa Wahid: Bangun Persatuan Nasional dengan Redam Fanatisme Kelompok

Dia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada dengan paparan radioaktif ini. Pemantauan kesehatan masyarakat akan dilakukan, termasuk pemantauan kepada keluarga dan kontak serumah. Pemeriksaan akan diperluas setelah ada hasil pemetaan yang dilakukan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kemenkes juga melakukan deteksi paparan terhadap manusia dan penanganan yang terpapar. Deteksi dilakukan berlapis, dengan alur pemeriksaan:

  • Surveymeter, untuk mendeteksi paparan eksternal radiasi pada tubuh/pakaian. Jika positif, dilakukan dekontaminasi, mandi, ganti pakaian, lalu diperiksa ulang.
  • Pemeriksaan darah, untuk melihat indikasi penurunan limfosit (<1500).
  • WBC bagi yang limfosit rendah untuk mendeteksi paparan radiasi internal (cesium yang masuk ke tubuh).

"Jika terindikasi serius, maka dirujuk ke RS Fatmawati untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut," jelas Aji

Baca juga : PM India Datangi Lokasi Jatuhnya Pesawat Air India

Dia menjelaskan, efek dan dampak dari paparan Cs-137 ke tubuh manusia

Jangka Pendek:

  • Pada paparan tinggi dalam waktu singkat berupa sindrom radiasi akut (ARS): mual, muntah, diare, kelelahan, sakit kepala, hingga penurunan sel darah putih (limfosit). Kemudian, terjadi kerusakan kulit/jaringan: kemerahan, lepuh, luka bakar radiasi.
  • Untuk paparan sangat tinggi bisa menyebabkan risiko perdarahan, infeksi berat, kerusakan organ, dan kematian. 

Jangka Panjang

  • Pada paparan rendah berulang atau internal berupa risiko kanker meningkat (leukemia, kanker jaringan lunak) akibat kerusakan DNA.
  • Terjadi juga gangguan sumsum tulang dan imunitas, penurunan daya tahan tubuh, efek reproduksi dan perkembangan, bila paparan pada ibu hamil, risiko kelainan janin meningkat.

"Namun, penting ditegaskan, mayoritas paparan yang ditemukan masih pada level yang bisa ditangani dengan dekontaminasi, obat khusus, dan pemantauan kesehatan jangka panjang," jelasnya.

Kemenkes mengimbau masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas atau fasilitas kesehatan yang ditunjuk Pemerintah. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan, mandi setelah beraktivitas di area berisiko, mengkonsumsi makanan bergizi, dan beristirahat cukup.

Baca juga : PM Albanese Tertawa Saat Dilepas Menko Airlangga Ke Pesawat Kepresidenan

Kemenkes mengimbau masyarakat segera melapor ke tenaga kesehatan bila mengalami keluhan seperti mual, muntah, lemas, atau perubahan kesehatan lain. "Radiasi tidak bisa dilihat, didengar, atau dicium, sehingga pemeriksaan kesehatan sangat penting untuk mengetahui dampaknya," jelasnya. 

Aji kembali meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan. Pemerintah telah melakukan dekontaminasi, pengamanan lokasi, dan penanganan medis. "Jangan memberi stigma atau diskriminasi, solidaritas sosial membantu pemulihan bersama," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.