Dark/Light Mode

Jokowi-Prabowo Bertemu Di Jakarta

Minggu, 5 Oktober 2025 07:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Jokowi di Kertanegara, Jakarta pada Desember 2024 lalu. (Foto: Instagram/Jokowi)
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Jokowi di Kertanegara, Jakarta pada Desember 2024 lalu. (Foto: Instagram/Jokowi)

 Sebelumnya 
Menurut Irma, kehebatan Prabowo terlihat dari sikapnya yang senantiasa merangkul semua komponen bangsa untuk bersama-sama bekerja membangun dan menyejahterakan rakyat. Melalui program-program kerakyatan menuju Indonesia Emas, seharusnya oknum-oknum yang terus bikin gaduh bisa tahu diri. 

“Presiden mengajak bekerja, jadi stop lah politisasi yang justru memecah belah anak bangsa,” tegasnya. 

Irma menambahkan, NasDem berkomitmen penuh mendukung Pemerintah dalam mencapai target pembangunan, terutama dalam menuntaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

“Bersama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, NasDem siap mengawal terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan makmur,” jelas anggota Komisi IX DPR itu. 

Baca juga : Hari Ini, 133 Ribu Tentara Unjuk Kebolehan Di Monas

Sekjen Golkar, Sarmuji menilai pertemuan Jokowi-Prabowo merupakan momen penting bagi bangsa. Ia bilang, silaturahim antartokoh bangsa tidak hanya sarana komunikasi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga soliditas nasional. 

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, berbagi informasi, dan saling memberi penguatan satu dengan lainnya,” terang Sarmuji. 

Pengamat Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Karim Suryadi menilai pertemuan JokowiPrabowo menepis anggapan bahwa hubungan keduanya telah berakhir. Adanya pertemuan saja sudah mengirim pesan tentang terjaganya hubungan di antara keduanya. 

“Hal ini penting untuk menepis kesan Jokowi ditinggal sendirian atau sudah terlempar dari pusaran arus politik nasional,” cetus Prof Karim. 

Baca juga : “Akhirnya, Pertolongan Datang Kepada Kami”

Menurut Karim, status Jokowi sebagai salah satu kekuatan yang mampu menggerakkan dinamika politik masih sangat relevan. Terutama dalam kapasitasnya sebagai penghela dukungan terhadap partai-partai tertentu. 

“Bagaimanapun, positioning tokoh yang akan dinisbatkan sebagai ikon partai akan menjadi investasi elektoral penting. Dalam konteks ini, Jokowi tetap memiliki daya tawar politik yang signifikan,” tegasnya. 

Diketahui, Jokowi-Prabowo terakhir kali bertemu pada Senin (21/7/2025) di Jawa Tengah. Pertemuan keduanya bersamaan dengan agenda Prabowo yang akan menutup Kongres PSI dan meluncurkan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih. 

Agenda Prabowo di Jateng berlangsung selama dua hari, dari Minggu (20/7/2025) dan Senin (21/7/2025). Dalam tempo dua hari, Prabowo ketemu Jokowi sebanyak tiga kali. 

Baca juga : Petakan Kekuatan Politik, Demokrat Jawa Barat Evaluasi Seluruh DPC

Pertemuan pertama terjadi di rumah Jokowi, Jalan Kutai Utara Nomor 1, Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/7). Prabowo yang baru mendarat di Lapangan Udara (Lanud) Adi Soemarmo, lebih dulu datang ke rumah Jokowi, sebelum menghadiri penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Usai kongres, keduanya kembali bertemu. Jokowi mengajak Prabowo makan malam di warung Bakmi Jawa Bu Citro. Jokowi datang lebih dulu. Sekitar pukul 22.00 WIB, Prabowo tiba, disambut ramah para pengunjung. Wapres Gibran Rakabuming Raka kemudian menyusul, bersama para pejabat lain. 

Keesokan harinya, saat akan meninggalkan Solo, Jokowi yang ditemani putra bungsunya, Kaesang Pangarep mengantarkan Prabowo hingga ke tangga pesawat kepresidenan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.