Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Warga Gaza Gembira Israel-Hamas Mau Damai
“Akhirnya, Pertolongan Datang Kepada Kami”
Minggu, 5 Oktober 2025 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Proposal damai yang disodorkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbuah manis. Hamas bersedia menerima tawaran itu, begitupun Israel. Warga Gaza yang mengetahui kabar damai itu menyambut dengan suka cita.
“Akhirnya, pertolongan datang kepada kami,” ujar warga Gaza.
Dalam pernyataan resminya, Hamas mau membebaskan seluruh sandera Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Hamas juga membuka diri, siap menjalankan negosiasi melalui mediator terkait rencana perdamaian 20 poin yang digagas Trump.
Baca juga : Ardimanto Adiputra: Pelibatan TNI Sebagai Penyidik Kita Persoalkan
“Kami menerima kesepakatan pertukaran sandera,” tulis Hamas dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (3/10/2025).
Selanjutnya, Hamas mengapresiasi upaya Arab, Islam dan internasional, termasuk Presiden Trump, untuk menghentikan perang di Jalur Gaza.
Selain setuju pertukaran tahanan, Hamas mendukung masuknya bantuan kemanusiaan secara segera. Selain itu, Hamas juga bersedia menyerahkan administrasi Jalur Gaza kepada badan independen Palestina. Terdiri dari teknokrat berdasarkan konsensus nasional Palestina, dengan dukungan Arab dan Islam.
Baca juga : Heru Sutadi: Perlu Payung Hukum Untuk Kedaulatan Siber
Namun, kelompok ini belum menyinggung dua isu utama yang menjadi poin besar dalam rencana tersebut : pelucutan senjata dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Pejabat senior Hamas bahkan menegaskan kepada Al Jazeera, mereka tak akan melucuti persenjataan sebelum pendudukan Israel di Gaza benar-benar berakhir.
Namun, Trump menilai pernyataan Hamas ini langkah positif. Ini menunjukkan mereka siap untuk perdamaian yang abadi. Trump meminta, Israel segera menghentikan pemboman Gaza.
“Agar kita bisa mengeluarkan para sandera dengan aman dan cepat. Ini bukan hanya tentang Gaza, tetapi tentang perdamaian Timur Tengah yang sudah lama dicari,” tulis Trump lewat unggahan di Truth Social, Jumat (3/10/2025).
Baca juga : Pemerintah Diminta Ikut Fasilitasi Pembangunan
Diketahui, isi proposal Trump mencakup pembebasan seluruh sandera Israel dalam waktu 72 jam setelah persetujuan, ditukar dengan ratusan tahanan Palestina di penjara Israel.
Selain itu, penyerahan jenazah korban yang masih ditahan, penyerahan pemerintahan Gaza kepada otoritas teknokrat independen Palestina. Selanjutnya, Gaza ditetapkan sebagai zona bebas senjata dengan pemerintahan transisi di bawah pengawasan badan internasional baru yang dipimpin Trump.
Berikutnya, penghentian permusuhan, pelucutan senjata kelompok bersenjata, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Trump memberi tenggat hingga Minggu pukul 18.00 waktu Washington (22.00 GMT) bagi Hamas untuk mengonfirmasi persetujuan penuh terhadap rencana tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya