Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Video Viral Mobil Gubernur Didahului Rombongan Patwal
Sultan Yogya: Nggak Perlu Dipersoalkan
Selasa, 14 Oktober 2025 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan, dirinya tidak pernah meminta pengawalan selama melakukan aktifitas sebagai Gubernur DIY. Menurut Sultan, dia terbiasa tidak memakai pengawalan, jika tidak ada acara resmi.
“Saya biasa nggak ada pengawalan, kalau tidak acara resmi. Wong saya juga bisa nyopiri sendiri,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (13/10/2025).
Pengakuan itu menanggapi video viral di media sosial yang memperlihatkan rombongan mobil berpelat merah, mendahuli Lexus LM 350h hitam dengan nomor polisi AB 10 HBX, kendaraan pribadi Hamengku Buwono X. Dalam video itu, mobil Raja Keraton Jogja tampak tertib mengantre di lampu merah tanpa pengawalan.
Sementara, rombongan-rombongan mobil berpelat merah dengan pengawalan, melanggar lampu merah atau melawan arah. Namun, saat ditanya lebih lanjut tentang hal itu, Sultan mengaku tak ambil pusing.
Baca juga : OJK Melindungi Konsumen Dari Penadah Barang Ilegal
“Kenapa dipersoalkan? Itu tidak perlu dipersoalkan. Pakai pengawalan atau tidak, biasa saja,” cetusnya.
Terpisah, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya (Koordinator Humas) Dinas Kominfo DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan, Gubernur DIY jarang menggunakan pengawalan. Bahkan, ungkap dia, mobil dinas milik gubernur tidak menggunakan strobo.
“Beliau (gubernur) mungkin merasa, hal itu tidak perlu. Perjalanan sehari-hari beliau dari Keraton kilen ke kantor juga dekat. Cenderung landai, tidak macet,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ditya mengatakan, Gubernur DIY juga jarang menggunakan pengawalan saat melakulan kunjungan di kabupaten. Kecuali, lanjut dia, agenda kedinasan resmi yang membutuhkan adanya pengawalan.
Baca juga : Jokowi ‘All Out’ Besarkan Partai Gajah Belalai Merah
“Beliau jarang menggunakan fasilitas pengawalan untuk agenda-agenda kedinasan lain. Misalnya, saat melakukan kunjungan ke kabupaten atau kota. Jarang sekali beliau menggunakan pengawalan,” jelasnya.
Sebelumnya, Staf Khusus (Stafsus) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Herzaky Putra Mahendra angkat suara soal video viral iring-iringan ‘tot tot wuk wuk’ atau patwal yang mendahului Sri Sultan Hamengku Buwono X di kawasan Yogyakarta. Pasalnya, sejumlah netizen di media sosial menuding rombongan ‘tot tot wuk wuk’ itu, merupakan rombongan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dia pun mengaku menyayangkan tudingan yang tidak didasarkan pada klarifikasi itu. “Itu menimbulkan kesan, rombongan yang melewati Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang sedang mengantre di lampu merah adalah rombongan kementerian,” ujar Herzaky dalam keterangannya, Minggu (12/10/2025).
Dia tak membantah di hari yang sama, Sri Sultan mendampingi kegiatan AHY di Kabupaten Gunungkidul. Namun, kata Herzaky, rombongan AHY sudah terlebih dahulu meninggalkan lokasi 30 menit lebih awal. Rombongan menuju Kota Yogyakarta karena ada agenda lanjutan.
Baca juga : RI Jadi Pusat Gravitasi Ekonomi Syariah Dunia
“Jadi, tidak mungkin Pak Menko AHY malah tertinggal dan harus mendahului Sri Sultan di lampu merah seperti terlihat di video,” cetusnya.
Lebih lanjut, Herzaky menyampaikan keprihatinan terhadap sejumlah akun media sosial yang membuat unggahan secara tidak bertanggung jawab, tanpa mengecek data dan fakta, namun menuduh rombongan Menko AHY melanggar lampu merah dan melawan arah.
“Kalau ingin memastikan itu rombongan siapa, bisa dicek nomor pelat merah salah satu mobil dalam rombongan tersebut. Silakan netizen mencari tahu, pelat merah itu terasosiasi dengan instansi mana,” tegasnya.
Sebab itu, Herzaky memyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media massa, yang berupaya melakukan konfirmasi dan mengecek dari kedua sisi sebelum memberitakan. “Ini pentingnya proses cek dan ricek dalam menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dan demokratis,” tandasnya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya