Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Masuk Kandang Banteng
Disoraki Pendukung Jokowi, Sandiaga Dikawal Mobil PDIP
Rabu, 30 Januari 2019 06:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hari itu, Sandiaga berkunjung ke Wonogiri, Jawa Tengah. Sandiaga mendapat perlawanan dari warga yang mengenakan atribut Jokowi- Ma’ruf Amin. Mereka menyoraki juga meneriakkan nama Jokowi saat Sandiaga lewat.
Video Sandiaga diteriaki pendukung Jokowi itu pun viral. Dalam video yang beredar itu, puluhan warga mengangkat tangan pose metal dengan berteriak Jokowi kepada Sandiaga yang melintas di jalan.
Setelah mendapatkan respon kurang mengenakan, kemarin, Sandiaga mendapat pengawalan dari rombongan mobil berlogo lambang PDIPerjuangan (PDIP) saat mengakhiri kegiatannya di Wonogiri. Ada 7 mobil berlogo PDIP yang mengawal Sandiaga.
Pengawalan rombongan mobil berlogo PDIP itu juga terlihat dalam rekaman video berdurasi 6 detik. Dalam video tersebut terlihat mobil-mobil berwarna merah itu menunggu iring-iringan Sandiaga lewat.
Setelahnya, rombongan mobil PDIP membuntuti mobil yang ditumpangi Sandiaga hingga ke perbatasan menuju Pati, Rembang dan Demak. Lalu mobil PDIP kembali ke Wonogiri.
Baca juga : Kampanye, Sandi Dikawal Mobil PDIP
Sandiaga yang dikawal kepolisian, terus melaju dan membuka kaca pintu mobil sembari melambaikan tangan. Sandiaga, yang terlihat berada di dalam mobil, pun berteriak Jokowi kepada pendukung capres petahana itu, sembari tertawa.
Sandiaga menjelaskan, rombongan mobil berlogo PDIP itu meminta izin untuk ikut iring-iringan hingga perbatasan. “Silakan saja. Saya izinkan. Mereka ingin mengawal sampai perbatasan,” ucap Sandi.
Sandiaga berterima kasih kepada kader PDIP yang mengawalnya. Sandi tersanjung mendapatkan kehormatan dikawal PDIP. “Kami sejak awal berkomitmen menciptakan kampanye sejuk, kampanye yang mempersatukan, bukan memecah belah,” kata Sandiaga.
Pengurus PDIP di Jakarta ikut berkomentar terkait kejadian ini. Kata Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, apa yang dilakukan kader Bantemg ke Sandiaga sebagai wujud kesigapan kader untuk bangkit.
Eva mengungkapkan, Wonogiri memang kandang Banteng, sehingga kader ingin menjaga Sandiaga agar tetap nyaman, aman tanpa gangguan.
Baca juga : KH Maruf : Sisi Kemanusiaan Jokowi, Luar Biasa
“Tekad tim BPN (Badan Pemenangan Nasional) menyerang kandang banteng disambut dengan respons yang simpatik. Kita harus terima kasih,” sebut Eva.
Warga net ikut meributkan peristiwa ini. Para pendukung PDIP dan Jokowi tentu saja mengkritik Sandi. Edane pisan langsung menyampaikan sindirannya. Katanya, di Jateng pendukung Prabowo-Sandi sangat minim.
“Mana para pendukung Sandi di Wonogiri.... Keluar aja sampai dikawal lawan... xixixixix kosong,” sindirnya. Jody Pati ikut mengkritik Sandi. “Mao nyerang kandang Banteng pakai apa?? Bagi-bagi kardus?? Kalau hanya bermain kata, tidak akan ada pengaruhnya.”
Satyo Bhakti mengungkapkan alasan kader PDIP ngawal Sandiaga. “Daripada dicegat rusuh kan, mending dikawal. Baru datang aja diolok-olok sepanjang jalan, banyak masyarakat gak respek, uda pada cerdas,” ujar dia.
Robert Lee menyarankan kepada Sandiaga. Ketika masuk kandang Banteng, jangan lagi buat takut masyarakat dengan harga-harga mahal, tempe setebal ATM.
Baca juga : Pendukung Jokowi Di Washington Gelar Silaturahmi
Berbeda, Edgear Tom menilai sikap Sandiaga yang mempersilakan mobil PDIP masuk dalam iring-iringan mobil merupakan sikap yang patut dicontoh. “Masyaallah. Betapa mulia akhlak Pak Sandi, betul-betul tercermin muslim sejati,” pujinya.
Ilfancrj menduga, sikap kader PDIP yang merapat ke Sandiaga sebagai tanda pasangan 02 akan memperoleh kemenangan. “Tanda-tanda kemenangan sudah dekat,” ucapnya.
Gigi gede memuji sikap Sandiaga. “Harusnya para capres kampanye bareng gak usah fitnah sana-sini. Rakyat itu mau dengar program kalian buat Indonesia 5 tahun ke depan???” katanya. [REN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya