Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak 4 RS, Prabowo Turun Tangan
Rabu, 26 November 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Dari Senayan, Ketua DPR Puan Maharani ikut angkat suara. Ia mengingatkan rumah sakit di seluruh Indonesia wajib memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.
“Jangan sampai ada masyarakat tidak tertangani, khususnya wilayah 3T,” kata Puan usai memimpin Rapat Paripurna.
Puan juga meminta Kemenkes bergerak cepat. “Saya mendapat laporan bahwa Presiden melakukan rapat khusus soal hal ini. DPR tentu sangat concern,” tegasnya.
Baca juga : 5 Hari Setelah Divonis Penjara, 3 Mantan Direksi ASDP Direhabilitasi Presiden
Ketua Komite III DPD, Filep Wamafma, menilai tragedi ini harus menjadi wake-up call. Ia mendorong pembangunan fasilitas kesehatan bertaraf internasional di Papua, mengingat prevalensi penyakit jantung di wilayah itu termasuk tertinggi di Indonesia.
“Maka perlu fasilitas yang memadai. Bangun RS canggih di Papua, beri pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Langkah itu, lanjut Filep, sekaligus menjawab duka besar yang menimpa Irene dan bayinya. “Kasus kematian ibu hamil dan anak yang dikandungnya ini harus jadi pelajaran penting buat pemerintah,” kata Sekretaris MPR For Papua itu.
Baca juga : Gibran Sampaikan Salam Hangat Dari Pemimpin Dunia
Seperti diketahui, seorang ibu di Papua bernama Irene Sokoy meninggal usai ditolak 4 rumah sakit di Jayapura, Papua, saat hendak melahirkan. Awalnya, Irene yang sudah mengalami kontraksi, dibawa pihak keluarga ke RSUD Yowari, Jayapura, pada Minggu (23/11/2025) siang.
Namun, beberapa jam di RSUD, kondisi Irene makin memburuk. Pihak rumah sakit mengaku tidak bisa memberikan tindakan, karena dokter sedang tidak ada. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk meminta rujukan ke rumah sakit lain.
Sayangnya, surat rujukan yang diminta tak kunjung selesai. Pihak keluarga dan rumah sakit sampai bersitegang. Barulah, lewat tengah malam, surat rujukan keluar. Irene akan dibawa ke RS Dian Harapan Waena.
Baca juga : Hadiri Rakorwil DPW PSI, Eks Ketua NasDem Kepri Belum Resmi Bergabung
Begitu tiba, Irene kembali mendapat perlakuan tidak baik. Dia ditempatkan di ruangan gelap dan panas, tanpa adanya tindakan medis. Pihak keluarga, lalu membawa Irene ke RSUD Abepura. Bukannya mendapat pertolongan, pihak keluarga kembali mendapatkan penolakan.
Akhirnya, Irena di bawa ke RS Bhayangkara, di Kotaraja Jayapura. Namun, rawat inap untuk pasien BPJS di RS tersebut penuh. Tersisa hanya ruangan VIP. Untuk dirawat di ruangan VIP, keluarga harus membayar uang muka sebesar Rp 4 juta.
Karena tidak ada uang, maka keluarga membawa Irena ke RSUD Jayapura. “Diperjalanan, kondisi Irene makin kritis dan akhirnya meninggal dunia,” ungkap Abraham Kabey, Ayah mertua Irene. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya