Dark/Light Mode

HMI Jakarta Gelar Aksi di Kedubes AS, Desak Pembebasan Presiden Venezuela

Jumat, 9 Januari 2026 15:23 WIB
Massa HMI Jakarta menggelar aksi di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta. (Foto: Dok. HMI)
Massa HMI Jakarta menggelar aksi di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta. (Foto: Dok. HMI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Massa yang tergabung dalam Aliansi Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Selasa (6/1/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB itu dipimpin oleh Sigit selaku penanggung jawab lapangan. Massa membawa mobil komando, spanduk, poster, serta bendera HMI.

Dalam aksinya, Aliansi Kader HMI menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mengecam keras tindakan Presiden AS Donald Trump atas agresi militer yang dilakukan terhadap Venezuela.

Baca juga : China Minta AS Bebaskan Presiden Maduro: Stop Gulingkan Pemerintah Venezuela

Kedua, mendesak pembebasan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta menuntut pengembalian kedaulatan Venezuela dari berbagai fitnah dan aksi militer sepihak Amerika Serikat.

“Ketiga, kami mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar sidang darurat serta melakukan konsolidasi kawasan demi menjaga perdamaian dunia,” kata, Sigit dalam orasinya.

Sebelum aksi dimulai, situasi di sekitar titik kumpul massa di kawasan Sekretariat Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta terpantau kondusif. Pengamanan di sekitar pintu depan dan belakang Kedutaan Besar AS juga terlihat ketat namun terkendali dengan penjagaan aparat keamanan.

Baca juga : PM Malaysia Minta AS Segera Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro & Istri

Sekitar pukul 14.05 WIB, massa tiba di depan Kedutaan Besar AS. Aparat keamanan sempat melarang aksi digelar tepat di depan gedung perwakilan diplomatik tersebut.

Namun, setelah melalui proses negosiasi, massa diizinkan menyampaikan aspirasi dengan batas waktu selama 30 menit. Situasi semakin ramai ketika massa dari kelompok lain, Gerakan Bersama Rakyat (GEBRAK), melakukan long march dan bergabung dengan Aliansi Kader Himpunan Mahasiswa Islam.

Secara bergantian, para peserta aksi menyampaikan orasi yang mengekspresikan kekecewaan terhadap sikap AS terkait penangkapan pemimpin Venezuela yang dinilai dilakukan secara sepihak. Sekitar pukul 16.00 WIB, seluruh peserta aksi berangsur membubarkan diri. Rangkaian unjuk rasa berlangsung tertib dan kondusif hingga selesai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.