Dark/Light Mode

Digelar Di Istora Senayan

Harlah Seabad NU Tak Dihadiri Presiden, Rais Aam, Mensos,...

Minggu, 1 Februari 2026 07:30 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj)

 Sebelumnya 
Gus Yahya juga bersyukur atas kehadiran perwakilan pengurus NU dari seluruh Tanah Air. “Seluruh PWNU dan PCNU mengirimkan perwakilannya, 38 PWNU dan 548 PCNU,” tutur Gus Yahya. 

Dia menyebut, visi dan idealisme NU sejalan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Yakni berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia. 

Gus Yahya menegaskan, semangat idealisme NU membangun NKRI tak pernah lekang hingga seabad usia NU. Dia berharap, perjuangan ini terus diridhai dan mendapat berkah dari Allah SWT. 

Baca juga : Diisukan Mundur, Pratikno: Nggak!

Sementara itu, dalam sambutannya, Menag mengatakan, NU telah menunjukkan diri sebagai organisasi yang matang. NU seperti pesantren besar yang pasti selalu ada dinamika. “Kadang-kadang sangat panas diskusinya. Ini seperti dinamika akademik dan keilmuan di lingkungan pondok pesantren,” ucap Menag. 

Meski dinamikanya panas, ditegaskan Kiai Nasar, dalam tradisi pesantren, sikap saling menghormati dijunjung tinggi, menjadi fondasi harmonisasi. “Insya Allah NU ke depan jadi keluarga besar yang sakinah, dan terus jadi wadah kekuatan besar bangsa Indonesia,” ujarnya. 

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengucapkan selamat atas bertambahnya usia NU yang kini genap satu abad. Muzani menilai, NU punya peran historis dam strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia. 

Baca juga : Dede Yusuf: Kami Masih Mengkaji, Terbuka Semua Opsi

Sejak era penjajahan hingga mengisi kemerdekaan, NU selalu hadir sebagai pilar persatuan dan penjaga Republik. “NU lebih tua dari Republik Indonesia yang baru akan berusia 100 tahun pada 2045, 19 tahun lagi,” ujar Muzani dalam sambutannya. 

Sejak awal berdiri, NU menanamkan kesadaran melawan penjajahan melalui pendidikan pesantren dan pengajaran agama. “Kontribusi NU terhadap Republik Indonesia sejak berdiri sampai sekarang begitu besar,” tegasnya. 

Tak hanya dalam perjuangan politik dan ideologi, NU juga konsisten hadir di tengah rakyat, termasuk saat bencana melanda berbagai daerah di Tanah Air. Doa-doa yang dipanjatkan melalui yasinan, tahlilan, dzikir, dan salawat jadi ikhtiar NU menjaga ketenangan sekaligus persatuan bangsa. “Itulah yang menyebabkan kita masih kuat dan tetap bersatu sampai sekarang. Bangsa ini berutang kepada NU. Kalau NU kuat, Indonesia akan kuat,” pungkasnya. 

Baca juga : Senayan Dukung Rencana Pembenahan Pasar Modal

Usai acara, Gus Yahya menyempatkan melakukan wawancara dengan media. Kakak kandung dari eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) itu menjelaskan soal ketidakhadiran beberapa tokoh. Soal absennya Presiden, Gus Yahya bilang karena ada tugas negara. 

“Saat terakhir, beliau berhalangan karena ada tugas terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir,” ujarnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.