Dark/Light Mode

PSI Akan Jadi Partai Besar, Jokowi Siap Mati-matian Turun Sampai Kecamatan

Minggu, 1 Februari 2026 07:50 WIB
Presiden ke-7 Joko Widodo memberikan arahan saat Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Dok. PSI)
Presiden ke-7 Joko Widodo memberikan arahan saat Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Dok. PSI)

 Sebelumnya 
Usai Jokowi, gantian Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang naik ke panggung. Dengan suara bergetar, Kaesang mengaku terharu dan sempat kesulitan membaca teks pidato yang disiapkan. Melihat hal itu, seluruh kader berdiri dan memberi tepuk tangan panjang. 

Kaesang kemudian mengumumkan tujuh kader baru yang bergabung ke PSI, mulai dari mantan kepala daerah, eks anggota DPRD, hingga tokoh nasional. 

Ketujuhnya langsung disematkan jaket PSI. Ketujuh kader baru itu adalah Hendra Joni, Bupati Pesisir Selatan 2 periode sekaligus mantan Ketua NasDem Sumatera Barat, Mantan Wakil Bupati Soppeng (2019-2024) Lutfi Halide yang juga mantan kader NasDem, Resky Mulfiati Lutfi, mantan Anggota DPRD Sulsel 2019-2024 dari fraksi NasDem. 

Selanjutnya, Vera Firdaus yang merupakan anggota DPRD Pinrang 2014-2019 dan DPRD Sulsel 2019-2024 dari fraksi PKS, Ikrar Kamaruddin yang juga anggota DPRD Sulsel 2014-2019 dari fraksi Demokratz Muhammad Asrul, Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Periode 2022-2025 hingga ulama dan tokoh agama Prof Al Habib Syarif Husain. 

Baca juga : Goreng Menggoreng Saham Segera Ditindak

Kaesang lantas melanjutkan pidatonya. Dengan berapi-api, dia meminta seluruh kader bekerja keras, saling bantu agar cita-cita Partai Gajah tercapai. “Satu hal yang akan saya janjikan kepada temanteman semua, PSI akan menjadi partai besar di kemudian hari,” kata Jokowi sambil menahan tangisnya. 

Putra bungsu Jokowi ini juga memperkenalkan aplikasi partai yang memuat data kepengurusan PSI di daerah yang telah memenuhi syarat KPU untuk Pemilu 2029. Kaesang menegaskan komitmennya memenangkan PSI di pemilu mendatang. 

“Saya ketua umum. Akan saya peras seluruh darah untuk memenangkan PSI di 2029,” katanya, disambut teriakan “Siap!” dari ribuan kader. 

Sementara itu, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menegaskan Jokowi memang belum masuk dalam struktur resmi partai. Namun, kehadiran Jokowi dinilai memberi efek elektoral besar. 

Baca juga : Harlah Seabad NU Tak Dihadiri Presiden, Rais Aam, Mensos,...

“Para Jokower dan relawan Pak Jokowi akan berbondong-bondong masuk PSI. Ini modal besar untuk 2029,” tegas Menteri Kehutanan ini. 

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menambahkan, Rakernas memutuskan Jokowi menjadi tokoh utama dan panutan PSI dalam seluruh aktivitas kampanye. Seluruh kantor PSI wajib memasang foto atau baliho Jokowi. 

“Kader juga harus menjaga kehormatan dan nama baik beliau, termasuk di media sosial,” tegas Ali. 

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie amat gembira dengan komitmen Jokowi membantu PSI. Grace yakin kader terpacu dan segera merampungkan struktur kepengurusan hingga tingkat RT/RW. “Pak Jokowi adalah bapak ideologi PSI. Ini suntikan semangat yang luar biasa,” kata Grace yang juga hadir di arena Rakernas. 

Baca juga : Diisukan Mundur, Pratikno: Nggak!

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, pernyatan tegas Jokowi di Rakernas PSI akan jadi pembuktian politik di Pemilu 2029. “Pembuktian kesaktian politik Jokowi, terutama untuk meloloskan pertama kalinya PSI ke parlemen,” kata Adi dikutip dari akun Instagramnya @adiprayitno.official, Sabtu (31/1/2026). 

Kata Adi, ada dua madzhab tentang sosok Jokowi. Pertama, madzhab yang menilai Jokowi tetap sakti meski sudah tak jadi Presiden dan pecah kongsi dengan partai yang membesarkannya, PDI Perjuangan. Kedua, Jokowi habis tuah politiknya usai lengser keprabon dan pisah dengan Banteng. 

“Yang jelas, ini pertaruhan politik Jokowi. Sangat layak kita tunggu di 2029. Kalau berhasil mengantarkan PSI ke parlemen, dia akan disanjung. Kalau tidak, dia juga yang akan paling banyak dapat kritikan,” ungkap Adi. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.