Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Survei Indikator Politik, Kepuasan Kinerja Presiden 79,9 persen
Minggu, 8 Februari 2026 16:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil Survei Nasional terkait Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga terhadap Lembaga-lembaga Negara. Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tergolong sangat tinggi.
Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut mayoritas warga menyatakan cukup puas (66,9%) dan sangat puas (13%) terhadap kinerja Presiden Prabowo. Dengan demikian, total kepuasan publik mencapai 79,9 persen.
“Ini angka yang tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan awal pemerintahan Presiden SBY maupun Presiden Jokowi pasca-Pilpres,” ujar Burhanuddin dalam pemaparan survei secara daring, Minggu (8/2/2026).
Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Dengan asumsi simple random sampling, survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga : Survei Indikator: 79,9 Persen Publik Puas Dengan Kinerja Presiden Prabowo
Seluruh responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Indikator juga melakukan quality control secara acak terhadap 20 persen sampel melalui spot check langsung ke responden.
Diskusi ini juga menghadirkan sejumlah tokoh lintas akademisi dan media. Di antaranya Ketua Senat Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad, CEO Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara Darmayana, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, serta CEO Investortrust.id Primus Dorimulu.
Selain mengukur kepuasan terhadap Presiden, survei juga merekam evaluasi publik atas kondisi nasional. Hasilnya, kondisi ekonomi, politik, dan pemberantasan korupsi secara umum dinilai semakin positif dibanding temuan sebelumnya. Sementara itu, persepsi warga terhadap keamanan dan penegakan hukum cenderung stabil.
Survei mencatat, sekitar 75 persen warga nasional menilai isu utama yang perlu mendapat perhatian pemerintah adalah stabilitas harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, penyediaan lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan.
Baca juga : Senator Jatim Dukung Polri Tetap Di Bawah Presiden
Meski kondisi ekonomi rumah tangga dinilai membaik dalam setahun terakhir, daya beli masyarakat justru cenderung menurun, terutama terkait harga kebutuhan pokok.
Terkait alasan kepuasan terhadap Presiden Prabowo, mayoritas responden menyebut faktor pemberantasan korupsi, pemberian bantuan, sikap tegas dan berwibawa, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara demografis, tingkat kepuasan mayoritas responden relatif merata di berbagai segmen dan wilayah. Namun, kepuasan tercatat lebih rendah pada kelompok etnis Betawi dan Minang, serta di wilayah DKI Jakarta, meski tetap berada di atas 50 persen.
Sementara itu, CEO Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara Darmayana menilai tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tidak lepas dari kecepatan pemerintah dalam merespons krisis dan memulihkan kondisi nasional.
Baca juga : Calonkan Keponakan Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Tidak Intervensi
Menurut Kiki, capaian kepuasan publik sebesar 79,9 persen—sebagaimana dirilis Indikator Politik Indonesia—merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai seorang presiden pada tahun pertama pemerintahan, jika dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya.
“Ini menarik, karena sempat terjadi penurunan kepercayaan publik pada Agustus. Tapi penanganan kerusuhan dan pemulihan kondisi yang sangat cepat membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah dan presiden bangkit kembali,” ujar Kiki dalam diskusi rilis survei, Minggu (8/2/2026).
Ia mengatakan, dari perspektif media, kecepatan pemulihan tersebut bahkan berada di luar prediksi. Dalam waktu satu hingga dua bulan, pemerintah dinilai berhasil mengendalikan situasi dan mengembalikan stabilitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya