Dark/Light Mode

Indonesia Dinilai Mampu Bangun PLTN Setara Negara Maju

Minggu, 15 Februari 2026 16:26 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Bahlil Lahadalia. Foto: Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), Bahlil Lahadalia. Foto: Kementerian ESDM

 Sebelumnya 
Dukungan juga datang dari peneliti Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ary Bachtiar Krishna Putra. Dia mendorong Pemerintah segera merealisasikan pengembangan PLTN.

Menurut Ary, PLTN unggul dari sisi densitas energi. Dengan bahan bakar dalam jumlah sangat kecil, listrik yang dihasilkan bisa besar dan stabil.

Baca juga : Disikat Wakil Thailand, Maung Bandung Ogah Lempar Handuk

“PLTN unggul dari sisi densitas energi. Dengan bahan bakar yang sangat kecil, kita bisa menghasilkan listrik dalam jumlah besar dan stabil,” katanya.

Dari sisi emisi, lanjut Ary, PLTN termasuk sumber energi bersih karena tidak menghasilkan karbon dioksida dalam proses pembangkitannya. Hal ini selaras dengan target penurunan emisi nasional.

Baca juga : Jasa Anti Rayap di Bandung, Fumida Hadir Sebagai Solusi

“Secara proses, nuklir itu bersih. Tidak ada emisi karbon, yang ada hanya panas untuk memutar turbin,” ujarnya.

Dia menambahkan, tantangan utama pengembangan PLTN di Indonesia bukan pada teknologi, melainkan pada penentuan lokasi, kesiapan infrastruktur, serta integrasi dengan kawasan industri.

Baca juga : UNICEF Puji Indonesia Serius Bangun Generasi Masa Depan Melalui MBG

Ary pun menyayangkan masih adanya isu negatif di masyarakat yang menganggap nuklir berbahaya bagi lingkungan.

“Teknologi sekarang jauh lebih aman dibanding masa lalu. Sistem makin otomatis, kontrol ketat, dan ketergantungan pada faktor manusia semakin kecil. Dengan teknologi terbaru, risiko bisa ditekan sangat rendah. Nuklir sering diserang lewat isu lingkungan, padahal pembangkit fosil justru jauh lebih mencemari,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.